Connect with us

Puisi

SURAT PERIHAL KEMANUSIAAN YANG EDAN

Published

on

Foto: Dok, Pribadi

Oleh: RUDI SANTOSO*

Aku lahir dengan kasih sayang
Tumbuh besar di negeri nenek moyang
Ibuku menicintai persaudaraan
Melarang membenci perbedaan
Ayahku bukan golongan konglomerat
Dia lelaki tua yang menaruh nasibnya disawah
Lelaki kuat yang mengajarkan rendah hati dan berbelas kasih

Di pojok kota
Aku melihat orang-orang bebaju belang
Saling bergrmbira menikmati alunan lagu-lagu koplo
Dengan lantang mereka berteriak

Kita adalah orang-orang yang bijak
Kita adalah orang-orang yang benar
Memperjuangkan perintahNya
dan aku tak mengerti apa yang harus kuperjuangkan dariNya..? Selain menyembahNya

Kepada kau yang kerap membusungkan dada dengan harta yang di punya, kehidupan dan harta hanyalah titipan dari Tuhan
Kepada kau yang angkuh dengan pemikirannya, kecerdasan bukan untuk menjatuhkan kelompok lain, sejatinya ia tercipta untuk berbelas kasih antar sesama saudara
Kepada kau yang tidak pernah berhenti menyalahkan orang lain, siapapun berhak menentukan sikapnya, tak usah kau membenci bahkan mencaci maki, itu hanyalah milik Tuhan. Kau cukup mencintai perbedaan karena kita lahir atas nama persaudaraan dan kebenaran hanyalah milik Tuhan

Di negeri tempat aku berteduh
Berita baik adalah berita buruk
Berita buruk adalah berita buruk itu sendiri
Perbedaan ras, agama, bahasa, dan budaya
Telah menumbuhkan konflik dimana-mana
Mengatasnamakan harga diri tapi tak tau diri
Aku tak pernah berhenti gelisah diantara gelisah-gelisah orang lain
Melihat para kelompok menyalahkan kelompok yang lain
Menganggap dirinya dan kelompoknya yang paling benar
Nama Tuhan menjadi bahasa perlawanan
Negeriku dipenuhi orang-orang edan
Saling tikam menikam

Manusia semakin bertambah banyak
Permusuhan semakin menyengat

Lahir atas nama persauadaraan
Acuh kepada yang kelaparan

Hidup untuk mendekatkan diri kepada Tuhan
Sanak keluarga dan saudara menjadi tumbal untuk mendapatkan kekuasaan

Baca Juga:  Puisi-puisi Firmansyah Evangelia

Manusia harus saling menghargai perbedaan
Kepentingan pribadi dan kelompok bukanlah alasan untuk bermusuhan
Tuhan membenci itu

Surat ini kutujukan kepada hatiku yang remuk diantara gelisah-gelisah orang lain yang kelaparan hanya di hibur dengan konflik dimana-mana
Mereka hanya berharap belas kasih dari orang-orang di jalan dengan uang recehan
Bersabar dengan cacian dan makian
Siapapun yang membaca dan mendengar tentang puisi ini, beritakanlah kepada mereka yang selalu membusungkan dada dengan kemewahan yang dipunya
Kepada mereka yang tidak pernah memikirkan nasib  saudara-sudaranya, acuh dan tidak ingin mengerti tentang perjuangan hidup saudaranya di jalan raya

Inilah teater kehidupan
Si miskin meraung kesakitan
Si kaya menjadi penguasa tanpa berdosa
Manusia-manusia semakin memutus tali persaudaraan
Saling menolong antar sesama,  semakin menjadi perihal yang tabu

Manusia-manusia telah edan, negeri pun ikut edan, zaman pun edan
Angkuh di pelihara, kebencian merajalela
Hanya ada satu tempat
Untuk bersembunyi menyelamatkan diri
Yaitu di laut hati yang paling dalam
Berdzikir kepada Tuhan.

 

*Penulis lahir di Sumenep Madura. Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga. Pendiri Kominitas Gerakan Gemar Membaca dan Menulis (K-G2M2). Beberapa puisinya termaktub dalam, Secangkir Kopi Untuk Masyarakat (2014), Sajak Kita (GemaMedia2015), Surat Untuk Kawanan Berdasi (2016), Ketika Senja Mulai Redup (2016,) Moraturium Senja (2016), Antologi Cerpen Muda Indonesia (Gema Media 2015), dan beberapa puisinya telah terbit diberbagai media cetak lokal dan nasional, buku puisi tunggalnya “Kecamuk Kota” (Halaman Indonesia 2016)

Advertisement
Advertisement

Terkini

Sosial-Budaya2 jam ago

Polri Bekerja Sama Paguyuban Trevista Ciputat Berikan Vaksin dan Baksos

SERIKATNEWS.COM – Ratusan warga Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat Tangerang Selatan mendapatkan vaksin gratis, yang diselenggarakan Akmil 91 Polri bekerja sama...

News2 jam ago

Tak Hanya Pelayanan Kelistrikan, PLN Turut Kembangkan Pertanian

SERIKATNEWS.COM – PLN Unit Induk Daerah (UID) Lampung melalui PLN Peduli turut mengembangkan pertanian di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Jatiagung,...

News3 jam ago

Luncurkan e-Procurement Academy, PLN Pimpin Transformasi Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan BUMN

SERIKATNEWS.COM – PT PLN (Persero) secara konsisten melanjutkan transformasi sejak gagasan ini dirilis pada April 2020 tahun lalu. Salah satu...

News5 jam ago

PLN Operasikan Tol Listrik Flores Rp1,1 Triliun, Sambungkan Labuan Bajo hingga Maumere

SERIKATNEWS.COM – PT PLN (Persero) mempertegas komitmennya untuk memperkuat keandalan listrik dan meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah Indonesia Timur. Kali...

Sosial-Budaya6 jam ago

Pelaku Usaha Salurkan 25 Ribu Paket Sembako untuk Warga Terdampak COVID-19

SERIKATNEWS.COM – Pelaku usaha toko ritel modern menyalurkan bantuan bagi warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang terdampak pandemi COVID-19. Wakil...

Politik9 jam ago

Arah Baru Pembangunan Desa: Terwujudnya Desa Peduli Anak

SERIKATNEWS.COM – Perkembangan anak merupakan ukuran kemajuan sebuah masyarakat yang paling presisi. Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...

Olahraga1 hari ago

Honda Persiapkan Diri Jadi yang Terbaik di F1 Grand Prix Hungaria

SERIKATNEWS.COM – Tim balap Honda kembali bersiap diri untuk melakukan balapan F1 Grand Prix Hungaria. Ajang ini akan diselenggarakan di...

Populer

%d blogger menyukai ini: