Sumber : pixabay.com
Oleh : Mahud Bogek*
Menarilah
jangan gaduh
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
jangan keruh
buatlah jerni hingga dasar paling dalam
berujung pada biru tua
janganlah takut walau betuknya badai ombak.
Menarilah dengannya hingga
puncak malam adalah kedamaian
anggap saja gelombang badai itu
rambut kekasihmu yang pasrah
dimalam para pujangga ingin bercinta
setiap malam mengisyarat kan rembulan, kerlipan bintang.
Jangan kau takut!
tak salah membentangkan layar perahu
tapi bukan jalan keluar di tengah badai
toh tak ada alasan untuk takut dan ditakuti
sama ganasnya mata badai yg kau lihat dengan badai di matamu.
Menarilah sampai mabuk
hingga semua lebur membuai jadi abu.
tak ada gelap.tak ada terang.
yang ada kejernihan pikiran
panggil dengan nada lirih.
“Tarian kedamaian, tarian jiwa, tarian fikiran, tarian alam”
mari menari sampai mabuk
Tak peduli badai
Habis badai terbitlah terang
mari menari kedamaian.
5 November 2016
*Ia lebih senang disebut penikmati sunyi dengan kesendiriannya yang tercatat,ia pun adalah Mahasiswa aktif Sosiologi Agama yang berupaya aktif dengan segala aktivitasnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini: Suka Memuat...