Wamendes Ingin Petani Desa Klangon Bisa Produksi Porang
Penulis: Serikat News
Senin, 26 Oktober 2020 - 01:07 WIB
SERIKATNEWS.COM – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengunjungi Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Minggu (25/10/2020).
Dalam kunjungan ini, Wamen Budi Arie sempat terkesima dengan potensi yang ada di Desa Klangon yang ternyata menjadi tren di kalangan masyarakat desa yang mayoritas petani karena dapat meningkatkan perekonomian warga desa.
Potensi besar itu adalah porang. Tanaman umbi-umbian itu bermanfaat untuk digunakan sebagai bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, makanan, mie dan juga untuk pembuatan lem dan “jelly” yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang.
“Porang ini telah menjadi komoditi unggulan di Desa Klangon. Hampir 100 persen warga Klangon menamam porang yang ternyata banyak manfaatnya,” kata Wamen Budi Arie usai mengunjungi Desa Klangon pada Minggu (25/10/2020).
Komoditi porang di Klangon telah diekspor ke beberapa negara seperti Jepang, Vietnam, Tiongkok dan Australia. Namun sangat disayangkan, jika porang hanya untuk dijual keluar negeri. Karena setelah dijual keluar negeri, porang ini diolah dan diproduksi di luar negeri dan hasil produksi itu dijual kembali ke Indonesia.
“Padahal bahan bakunya dari porang yang ada di klangon, jadi, kita ingin bagaimana kedepan kita bisa mengolah sendiri porang ini supaya bisa memberi nilai tambah bagi kemakmuran dan kesejahteraan warga desa,” kata Wamen Budi Arie.
Menurutnya, sebuah tantangan bagi bangsa kita ke depan dalam mengembangkan komoditi unggulan. Sehingga perlu ada langkah agar suatu desa juga bisa memiliki nilai tambah dengan memproduksi komiditi yang menjadi unggulan itu.
“Petani sekarang jangan hanya nanam saja, cuma harus bisa lebih menjual produk dari tanaman itu agar dapat nilai tambah. Saya berharap mulai ada riset, penelitian bagaimana teknologi yang sudah dibuat atau diproduksi diluar negeri ini bisa dibawa ke daerah penghasil produk itu,” katanya.
Oleh karena itu, Wamen Budi Arie akan berkoordinasi dengan pihak terkait di pemerintah pusat agar tantangan bagaimana industri hilirisasi porang di desa klangon ini bisa terwujud. Jadi tidak hanya jual porangnya saja, tapi bisa menjual produk dari bahan baku porang ini.
Diakuinya bahwa hilirisasi porang ini perlu pengetahuan, kreatifitas, teknologi dan pemahaman bersama untuk mengembangkan atau memproduksi porang menjadi sebuah produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi.
“Kita berharap porang ini dapat dikembangkan agar dapat memiliki produk-produk turunanannya,” katanya.
Usai mengunjungi pusat porang di Desa Klangon, Wamen Budi Arie juga melakukan kunjungan ke Desa Sumberbendo yang memiliki destinasi wisata pancur pitu atau tujuh pancuran di dekat sumber air yang berada di lereng Gunung Pandan.
JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki penguatan industri mebel berbasis kekayaan intelektual lewat kolaborasi strategis. Langkah ini dibahas dalam audiensi
JAKARTA – Ekonomi kreatif dinilai sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, diperlukan peran desa dalam pengembangannya sehingga dapat meningkatkan
JAKARTA – Analis keuangan Finex, Brahmantya Himawan, menilai prospek harga emas dan perak memasuki awal 2026 semakin konstruktif. Menurutnya, kombinasi
SERIKATNEWS.COM – Belakangan ini publik diramaikan dengan adanya wacana kenaikan harga BBM Pertalite. Namun demikian, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan,
SERIKATNEWS.COM – Perusahaan Umum Daerah Owabong selaku pengelola sejumlah objek wisata di Purbalingga Jawa Tengah, targetkan kunjungan 122.000 wisatawan selama