Connect with us

Sosial

WHO: Kurangnya Solidaritas Global Percepat Penyebaran COVID-19

Published

on

© Liputan6

SERIKATNEWS.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan mengenai ancaman terbesar dari COVID-19. Pimpinan WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa ancaman itu bukan dari virusnya saja, tapi juga akibat “kurangnya solidaritas global” dalam menghadapinya.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Rabu (24/6/2020), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa cepatnya penyebaran virus hanya diperlukan waktu delapan hari bagi perebakan sejuta kasus baru dibandingkan dengan tiga bulan pada satu juta kasus pertama.

“Ancaman terbesar yang kita hadapi sekarang bukanlah virus itu sendiri, melainkan kurangnya solidaritas global dan kepemimpinan global. Kita tidak bisa mengalahkan pandemi ini dengan dunia yang terpecah,” komentar Direktur Jenderal WHO tersebut ketika berlangsung konferensi video KTT Pemerintah Dunia yang berbasis di Dubai.

Untuk itu, pihaknya mengajak semua bangsa bersama-sama dalam bekerja untuk mempelajari dan memahami pandemi ini. Sehingga tidak pernah lagi negara merasa “tidak siap” untuk mengatasi pandemi tersebut.

Tedros mengingatkan mengenai kurangnya solidaritas itu setelah dia dan WHO menghadapi banyak kecaman sejak pandemi mulai merebak.

Presiden AS Donald Trump menyalahkan WHO karena terlalu memuji penanganan COVID-19 di China saat wabah pertama kali merebak. Trump menyerang Tedros secara pribadi di tengah-tengah ketegangan politik antara Washington dan Beijing.

Berdasarkan angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins, per Senin (22/6/2020) pagi, hampir sembilan juta orang telah terinfeksi virus korona di seluruh dunia dan lebih dari 468.000 telah meninggal.

Para ahli berpendapat bahwa sebenarnya angka itu jauh lebih tinggi, karena terbatasnya pengujian dan kasus-kasus tanpa gejala.

Dr David Nabarro selaku Utusan Khusus WHO untuk COVID-19 mengatakan akan perlu waktu sebelum vaksin virus ini tersedia.

“Dua setengah tahun sampai ada vaksin yang tersedia bagi semua orang di dunia dan saya terus berpegang teguh pada itu, meskipun tentu saja saya ingin terbukti salah danada vaksin tersedia dengan sangat cepat, tapi menurut saya yang terbaik adalah berasumsi vaksin tersedia dalam periode yang cukup lama dan perkiraan tercepat saya adalah dua setengah tahun,” jelasnya.

Baca Juga:  Keunikan Warga Semarang Rajut Tali Silaturahmi di Tengah Pandemi

Seperti yang telah diketahui, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia sedang berlomba-lomba mengembangkan vaksin untuk melawan virus ini. Tentu ada perdebatan sengit mengenai cara bagaimana menjamin vaksin itu akan didistribusikan secara adil.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular