SERIKATNEWS.COM – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menjelaskan alasan harus memilih Joko Widodo, salah satunya karena Jokowi itu Indonesia banget.
Hal tersebut dinyatakan Ketum Partai Golkar pada acara deklarasi alumni Kanisius untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang bertajuk ‘Jokowikan Jakarta’, di Gedung Joang 45, Jakarta, Minggu (3/2/2019).
“Pak Jokowi itu sederhana, jujur, tidak punya conflict of interest, dan beliau ini Indonesia banget,” ujar Ketum Golkar.
Menurut Airlangga, Jokowi merupakan satu-satunya Presiden Indonesia yang bisa menekan angka kemiskinan hingga single digit. Bukan itu saja, Jokowi juga satu-satunya presiden yang mampu menaikkan angka serapan pekerja di Indonesia.
“Satu-satunya presiden yang unemployment-nya di bawah 10 persen adalah Pak Jokowi,” ujar Airlangga.
Airlangga menambahkan, cuma Jokowi juga yang bisa membangun jalan tol hampir seribu kilometer.
“Jadi, kita ingin Pak Jokowi dilanjutkan,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Airlangga lantas menjelaskan pesan Jokowi dalam kementerian yang ia pimpin. Pertama, Jokowi berpesan agar dunia perindustrian bisa mempekerjakan pekerja.
“Di perindustrian (formal), upah minimum itu dari 2,4 sampai 4,2 juta. Tentu ini lebih tinggi dari nilai tukar sektor pertanian. Ini yang terus diminta didorong oleh Pak Jokowi, sekaligus pesan dari Pak Jokowi untuk menurunkan impor dan menaikkan ekspor,” ujar Airlangga.
Kedua, meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kewilayahan. Bukan hanya Jawa sentris melainkan Indonesia sentris. Ditambah lagi dengan memasuki era industri 4.0, Indonesia bakal bisa menjadi negara maju ke depannya.
Menurut alumni Kanisius ini, program Jokowi tersebut perlu dilanjutkan di periode berikutnya. Sebab perindustrian membutuhkan waktu untuk menurunkan kemiskinan di Indonesia. Itulah kenapa Jokowi harus kembali memimpin Indonesia di periode 2019-2024.
Airlangga menambahkan, bila Jokowi kembali terpilih, lapangan pekerjaan yang akan dibuka mencapai 10 juta lapangan pekerjaan. Untuk menyiapkan tenaga terampil yang bisa mengisi lapangan pekerjaan tersebut, pemerintah akan membangun sumber daya manusia selepas pembangunan infrastruktur. Bahkan, Presiden Jokowi juga sudah menyiapkan visi negara kesejahteraan pada 2045.
“Dalam visi negara kesejahteraan 2045, Indonesia akan menjadi negara nomor 4 di dunia,” imbuh Airlangga.
Selain Airlangga, dalam acara tersebut hadir pula Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto, Akbar Tanjung, Ginandjar Kartasasmita, Agus Gumiwang Kartasasmita, Wimar Witoelar dan Sidarto Danusubroto.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...