Lantas, Menjelmalah Rindu Bersama Bait-Bait Puisi yang Semakin Sepi
Kesepian menyelubungi patahan kata
usahaku untuk menuliskan bait
sirna seketika bimbang menyapa
untuknya yang diam-diam kuidam
kata-kataku tak mampu merangkai
ada rindu yang mulai tumbuh
dalam hati kian resah merindunya
inikah sepi yang paling pedih?
ribuan bait puisi diam membisu
inilah rinduku padanya
nyanyikan tembang kesepian itu
yakinkanlah padanya jua
aku menyuguhkan puisi yang semakin sepi
Bandung, 19092021
Tidak Selayaknya Menjadi Cerita
Sementara kukemasi segala kenangan
namun tidak dengan waktu yang berlarian
ingatan seakan dikekang
membelenggu jutaan asa yang ingin kulepaskan
lantas kubiarkan!
membiarkan cerita-cerita lama
berlarian ke sana kemari dalam ingatan
sementara waktu akan terus berjalan
Selayaknya kuucapkan selamat tinggal
pada cerita-cerita yang tidak selayaknya menjadi cerita
di kemudian hari aku akan pergi
meninggalkan perih dan juga membawanya
padanya sakit itu, padanya pula bangkit itu
perjalananku tidak lagi menyeret segala kenangan untuk terus disesalkan
Kuurungkan segala rindu jika sekiranya waktu merinduiku
aku akan pulang dan tidak akan membawakan kenangan
bertemulah denganku di lain waktu
atau biarkanlah waktu yang merahasiakan
sebuah pertemuan itu
ini bukan tentang kenangan, ingatan, kerinduan
juga waktu yang membelenggunya
Bandung, 22092021
Becermin Diri
Sudah lama tidak kuperhatikan seraut wajah pada cermin keinsafan
Ingin kuadukan bahwa dunia semakin merenta
Menggoodaku seakan terus memelukku melupakan tujuan kehidupan
Aku lena, tercampak asa menggila
Aku mengejar bayang-bayang sementara waktu mengejar di belakang
Berlariku sekencanng-kencangnya membuang diri hingga dimana berakhirnya
Akhirnya aku gontai menyadari dunia yang dikejar
Sebenarnya telah meninggalkanku
Pada seraut wajah kuperhatikan
Garis-garis usia menggoreskan beragam cerita
Suka-duka, pahit-manis memilah kisahnya sendiri
Pada titik menekurkan wajah
Ingin segera kualihkan pada dalamnya sujud
Hingga di sepertiga malam sampai larut.
08042021
Profilnya dapat dibaca dalam buku “Ensiklopedi Penulis Indonesia jilid 6” FAM Indonesia. Buku tunggalnya antara lain; Hikayat Sendiri (2018) dan Perayaan Kata-Kata (2019). Tulisannya dimuat lebih dari 100 judul buku antologi serta di berbagai media cetak dan online. Merupakan Pemenang 10 Resensi Terbaik “Resensi Buku Peringkat ASEAN 2020” anjuran Persatuan Penyair Malaysia.
Menyukai ini:
Suka Memuat...