JAKARTA – Kantor PT Djarum dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah, digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kantor PT Djarum turut digeledah pada Rabu (28/10/2026) sebagai bagian dari pengembangan penyidikan perkara terkait bea cukai.
“KPK melakukan pengembangan penyidikan perkara terkait bea dan cukai dengan menerbitkan sprindik baru per Oktober 2026,” ungkap juru bicara KPK Budi Prasetyo kepada awak media, Rabu (28/10/2026).
Pada bulan Februari yang lalu, KPK telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan suap importasi barang dan gratifikasi. Tujuh tersangka tersebut adalah:
- Rizal (Mantan Direktur Penyidikan & Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2024-Januari 2026)
- Sisprian Subiaksono (Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai)
- Orlando (Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai)
- Andri (Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray)
- Budiman Bayu Prasojo (Pegawai Ditjen Bea dan Cukai)
- John Field (Pemilik PT Blueray)
- Dedy Kurniawan (Manajer Operasional PT Blueray)
KPK dalam kasus ini menggunakan sprindik umum yang nantinya tersangka akan dicari dan ditetapkan selama proses penyidikan berlangsung. Penggeledahan ini sendiri dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti.
“Semuanya tentu nanti bertahap, berproses, penggeledahan, terus kemudian nanti ada kegiatan-kegiatan pemeriksaan kepada para pihak atau pun saksi-saksi,” kata Budi.
Penyidik mendalami dugaan modus kickback terkait pita cukai yang dilakukan oleh PT Djarum kepada beberapa oknum Bea dan Cukai. “Pita cukai yang digunakan untuk ditempel di setiap bungkus rokok, atau kemudian ada modus-modus lainnya. Yang pasti dugaan awal dari penyidikan perkara ini berkaitan dengan penerimaan negara, berkaitan dengan cukai di PT Djarum.”
Corporate Communication Senior Manager Group Djarum, Budi Darmawan, menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses dan menaati hukum yang diberlakukan dalam proses penggeledahan oleh KPK ini. ***
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.