PASAMAN BARAT – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) terus mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Pada 2026, pemerintah pusat mengalokasikan bantuan revitalisasi kebencanaan dan reguler senilai Rp88,89 miliar untuk 64 sekolah negeri dan swasta di Sumatra Barat.
Salah satu penerima bantuan tersebut adalah SMK Negeri 1 Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, yang mendapatkan alokasi hampir Rp3 miliar untuk pembangunan tiga gedung baru. Fasilitas pendidikan tersebut diresmikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, pada Kamis (5/11/2026), sekaligus menjadi solusi atas persoalan banjir yang selama ini mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, peningkatan sarana pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan layak. Perhatian tersebut terutama diperlukan bagi sekolah yang berada di kawasan rawan bencana.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). “Tidak hanya mengalokasikan anggaran, pemerintah pusat juga langsung menyelenggarakan pembangunan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Berdasarkan data Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, pada 2025 terdapat 78 satuan pendidikan negeri dan swasta di bawah kewenangan pemerintah provinsi yang menerima bantuan revitalisasi. Bantuan tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi 77 sekolah serta pembangunan satu Unit Sekolah Baru (USB), dengan total anggaran mencapai Rp115,77 miliar.
Sementara pada 2026, sebanyak 34 sekolah menerima bantuan revitalisasi kebencanaan senilai Rp48,42 miliar. Sebanyak 30 sekolah lainnya memperoleh bantuan melalui Program Revitalisasi Reguler dengan anggaran Rp40,46 miliar.
Dengan demikian, total bantuan revitalisasi pendidikan pada 2026 mencapai Rp88,89 miliar untuk 64 sekolah negeri dan swasta di Sumatra Barat.
SMKN 1 Sasak menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi kebencanaan dengan alokasi anggaran Rp2.999.958.000 atau sekitar Rp3 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun tiga gedung baru di lokasi yang lebih aman setelah sekolah sebelumnya kerap terdampak banjir di kawasan Muaro Sasak.
Kepala SMKN 1 Sasak, Desman, menjelaskan pembangunan gedung baru dimulai melalui peletakan batu pertama pada 11 Maret 2026 dan selesai dalam waktu kurang dari satu tahun.
“Alhamdulillah, tiga gedung baru dengan total anggaran sekitar Rp3 miliar sudah selesai dibangun. Hari ini, 5 November 2026, gedung tersebut diresmikan dan siap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” ungkap Desman.
Ia menambahkan, gedung lama tetap akan dimanfaatkan sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah juga merencanakan pengembangan pendidikan melalui penambahan program keahlian atau jurusan baru.
Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, berharap fasilitas baru tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan. Dengan demikian, kemampuan lulusan SMKN 1 Sasak diharapkan semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui program revitalisasi dan pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih aman, Pemprov Sumatra Barat berharap kualitas layanan pendidikan semakin meningkat. Upaya tersebut juga diharapkan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun sekolah menghadapi risiko bencana. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.