Asian Games 2018, Era Baru Olahraga Indonesia

403
Ilustrasi (Net)

Mendulang Kembali Kejayaan Indonesia

Perhelatan kompetisi olahraga terakbar se-Asia akan dilaksanakan dalam beberapa hari lagi. Semarak penyelenggaraan Asian Games 2018 kali ini membawa berkah tersendiri bagi Indonesia selaku tuan rumah untuk kedua kalinya, setelah Asian Games 1962, sekaligus ajang menghidupkan kembali kejayaan Indonesia dalam mendulang prestasi dibidang olahraga.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Asian Games telah terpilih 2 kota besar di Indonesia, yakni Jakarta dan Palembang sebagai tuan rumah penyelenggara seluruh rangkaian pertandingan pesta olahraga sejagad Asia.

Sebelumnya, Vietnam yang terkendala faktor keuangan memutuskan untuk mengundurkan diri, sehingga memberikan kesempatan bagi negara-negara Asia lainnya seperti : Indonesia, Tiongkok, Arab Saudi, Filipina dan India untuk mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Asian Games 2018. Namun, Olympic Council of Asia (OCA) mempertimbangkan bahwa Indonesia memang favorit dan layak untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Baca Juga: Olahraga, Politik, Dan Nasionalisme

Ada ikatan historis terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games. Pertama, sejak berpartisipasi tahun 1951 di India, prestasi terbaik Indonesia dalam ajang Asian Games adalah saat pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah tahun 1962. Dengan perolehan sebanyak 21 medali emas, menjadikan Indonesia sebagai negara terbaik kedua se-Asia.

Kedua, perubahan besar yang dilakukan Indonesia untuk mempersiapkan venue pertandingan berskala Internasional patut diapresiasi, mengingat satu-satunya kebanggaan saat pertama kalinya ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games adalah pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai stadion termegah se-Asia saat itu yang secara otomatis telah memacu pertumbuhan pembangunan di era kepemimpinan Presiden Sukarno, dengan pembangunan infrastruktur yang hanya dikerjakan selama 2,5 tahun menjadi harga diri bangsa Indonesia saat itu. Dan kini, seluruh penjuru Asia akan menyaksikan modernisasi infrastruktur olahraga yang dimiliki Indonesia melalui kesiapan Jakarta Palembang sebagai tuan rumah.

Baca Juga:  Krisis Intelektual dan Ruang Diskusi Generasi Muda: Sebuah Kontemplasi Mahasiswa Milenial

Ketiga, stabilitas politik dan ekonomi merupakan faktor yang juga mempengaruhi tingkat kepercayaan dunia internasional untuk memfavoritkan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Hal ini tentu menjadi perhatian kita agar ajang Asian Games kali ini diharapkan atlet nasional kita mampu mendulang kembali masa kejayaan Indonesia dengan pencapaian segudang prestasi.

Mengolahragakan Masyarakat, Memasyarakatkan Olahraga

Dalam perhelatan pesta olahraga empat tahunan di Asia ini, Indonesia tidak cukup membranding Jakarta – Palembang sebagai tuan rumah saja. Namun, sebagai negara terbesar dengan kepadatan penduduk yang sangat potensial ini, sudah sepatutnya torehan prestasi yang gemilang dapat diraih oleh para atlet nasional kita dengan kelayakan infrastruktur dan pembenahan manajemen pembinaan atlet yang sudah menjadi perhatian serius sebagai ajang pembuktian bagi proses regenerasi dapat terus berjalan.

Sehingga, melalui kampanye mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga bukan lagi keterlambatan bagi kita untuk menunjukkan kepada kancah internasional bahwa Indonesia siap mencatatkan sejarah kembali sebagai negara terbaik se-Asia dalam aspek pembangunan sumber daya manusia terutama di bidang olahraga.

Baca Juga: ASIAN GAMES 2018: Sportivitas Indonesia

Tentu saja hal ini bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah agar kesempatan bagi generasi muda Indonesia dapat mengenal olahraga bukan semata sebagai sebuah kompetisi. Justru sebaliknya, terdapat sisi positif dalam kampanye mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Salah satunya ialah sportifitas yang tertanam sejak dini.

Dengan memahami keanekaragaman suku dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, mengingatkan bahwa sikap toleransi, etos kerja gotong-royong (team work), nilai-nilai solidaritas merupakan identitas jati diri yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia dan juga untuk menunjukkan sebagai bangsa yang besar dalam kancah internasional.

Oleh karena itu, antusias dukungan generasi muda yang terlibat untuk ikut andil dalam menggelorakan Asian Games 2018 merupakan momen yang tepat bagi kita semua untuk terlibat langsung dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat karena bersatu, bersatu karena kuat!.

Ketua DPP GMNI, Bidang Hubungan Internasional