SERIKATNEWS.COM – Kaukus Muda Madura (KM2) Geruduk Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep pada Jumat (12/1/2024). Tak berselang lama melancarkan orasi, aktivis KM2 dimediasi ke aula setempat.
Dalam perjumpaan secara eksklusif itu, Sahid Badri selaku koorlap aksi melancarkan sejumlah pertanyaan kepada Kepala Perizinan setempat ihwal dugaan pemotongan harga pembelian tanah kavling separuh harga kepada pengusaha pengembang perumahan.
“Apakah benar Kepala Perizinan minta potongan separuh harga kepada pengusaha pengembang perumahan?”
Abdurrahman Riadi pun mengakui bahwa dirinya pernah meminta potongan harga sebesar 50%. “Dulu memang ada pengembang bernama H. Sugianto yang menawarkan tanah kepada saya. Singkatnya, saya beli DP (uangnya ditransfer) dan ada tanda buktinya (kwitansi). Tapi saya belum bayar lunas, artinya hal itu pure murni transaksi,” jelasnya.
Diakui dirinya, pembayaran dilakukan menggunakan sebuah mobil CRV tahun 2008 serta sejumlah uang tunai yang ditransfer menggunakan rekening BNI dan Bank Jatim.
Kemudian ditanya mengenai percakapan WhatsApp berbunyi:
Saya kok tidak ada pemberian kavlingan tanah seperti pimpinan OPD terdahulu pak haji, duh kah ini pilih kasih.
Beberapa kadis terdahulu sudah banyak cerita ke saya, pokoknya kalau pilih kasih saya tidak akan bantu bapak haji.
“Pernahkah Pak Kadis komunikasi demikian dengan yang bersangkutan?” tanya Noval.
Kepala Perizinan Kabupaten Sumenep malah bungkam. Jawabannya keluar dari konteks yang dipertanyakan. Dirinya hanya menjelaskan dalam hal transaksional bersama H. Sugianto.
“Kedatangan kita bukan dalam rangka mengurusi transaksi anda (Kadis) dengan H. Sugianto. Urusan kita adalah bersama Kepala Perizinan,” kata Noval.
Menurut Noval, hal ini diduga ada indikasi abuse of power yang coba diperankan oleh Kepala Perizinan. Menggunakan legitimasi kekuasaan untuk memuluskan sebuah kepentingan.
Atas jawaban Kepala Perizinan yang bertele-tele dan keluar dari konteks yang dipertanyakan, massa aksi KM2 memilih all out dari ruangan atas ketidakprofesionalan jawaban yang disampaikan.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...