SUMENEP – Harapan besar petani bawang merah di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kini berubah menjadi kekecewaan. Bangunan milik PT Permata Indah Rubaru (PT PIR) yang sedianya berfungsi sebagai pusat pengolahan dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) kini tampak mangkrak dan tak difungsikan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pantauan Serikat-News di lapangan, kondisi bangunan terlihat sepi dari aktivitas. Tak tampak adanya pekerja maupun kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan bawang merah.
Fasilitas yang dibangun dengan anggaran pemerintah itu kini justru terbengkalai. Tak memberi dampak apa pun terhadap produktivitas petani lokal.
“Dulu katanya ini buat bantu petani. Supaya bawang merah bisa diolah, dikemas bagus dan dijual mahal. Tapi kenyataannya ya begini, kosong. Bangunan mati,” ungkap seorang petani setempat yang enggan disebutkan namanya, Jumat (23/5/2025).
Ironisnya, bangunan tersebut kini malah dijuluki warga sebagai “museum pocong” karena sunyi aktivitas. Julukan itu menjadi cerminan kekecewaan masyarakat terhadap proyek yang dinilai gagal menjawab kebutuhan riil para petani.
Bangunan ini sebelumnya digadang-gadang menjadi solusi atas persoalan pascapanen bawang merah di Rubaru. Namun, gedung tersebut hanya berdiri sebagai monumen bisu—jauh dari peran sebagai pusat pengolahan dan pengemasan hasil tani.
“Jangan-jangan ini hanya ajang musiman untuk menyerap anggaran jumbo kementerian,” ujar warga lainnya dengan nada sinis.
Hingga berita ini diturunkan, owner PT Permata Indah Rubaru, Abdur Ra’uf dan Kabid Prasarana DKPP Sumenep, Erfan Efendi, belum memberikan keterangan resmi meskipun telah dihubungi oleh Serikat-News.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...