SERIKATNEWS.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam mengunduh aplikasi apapun di Gadget, termasuk aplikasi FaceApp. Sebelum mengunduh, masyarakat disarankan untuk terlebih dahulu menelusuri asal-usul dari aplikasi tersebut.
Belum lama ini, aplikasi yang mengubah wajah orang menjadi tua itu viral melalui tagar #AgeChallenge, namun memicu kekhawatiran sebagian pengguna aplikasi dan internet karena beredar informasi dari Pemerintah Amerika Serikat yang sempat waswas soal privasi data pengguna yang bisa dimanfaatkan oleh aplikasi buatan Rusia ini.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa aplikasi FaceApp tidak secara khusus menyimpan data pribadi setiap pengguna dalam waktu yang lama.
“Yang kemarin kan dia sudah bilang, dia klarifikasi bahwa hanya menyimpannya 2×24 jam, abis itu tidak ada di servernya,” kata Dirjen Semuel di Jakarta, Selasa (23/7/2019), dikutip dari laman resmi Kominfo.
Meskipun FaceApp mengklaim tidak menyimpan data pribadi, Dirjen Aptika Semuel tetap mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati jika ingin mengunduh sebuah aplikasi yang baru.
“Jadi memang yang harus diperhatikan masyarakat, jangan hanya FaceApp saja, tapi semua aplikasi kalau mengunduh itu pelajari juga user-nya,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Semuel, jika aplikasi yang baru dikenal meminta data pengguna yang permintaannya berlebihan, maka sebaiknya tidak diunduh. “Kadang-kadang aplikasi itu menawarkan sesuatu yang lucu-lucu supaya kita ngasih data. Jadi, kita bisa lihat datanya buat apa,” ungkapnya.
Terkait tanggapan pemerintah soal aplikasi FaceApp, Semuel mengatakan pihaknya belum melakukan evaluasi bersama pihak-pihak terkait. “Kita lagi pantau saja terus, di negara-negara lain juga kan lagi dipantau,” pungkasnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...