SERIKATNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mojokerto berhasil menggagalkan aksi penyelundupan 400 pil koplo yang dibawa oleh pengunjung dan ditujukan kepada salah satu narapidana di dalam lapas.
“Kami menemukannya saat menggeledah dan memeriksa barang-barang yang dikirim oleh pengunjung bagi salah satu narapidana di dalam lapas,” kata Kepala Pengamanan Lapas Mojokerto Disri Wulan Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/1/2020).
Disri menerangkan bahwa penemuan ratusan butir pil koplo itu terjadi pada hari Sabtu (11/1/2020), saat dia bersama sejumlah anggota pengamanan Lapas memeriksa barang-barang pengunjung yang ingin diberikan kepada narapidana.
“Itu merupakan pelaksanaan SOP untuk mencegahnya masuknya barang-barang terlarang dan berbahaya ke dalam lapas,” kata Disri.
Dia mengatakan barang haram itu dibawa oleh seorang pengujung berinisial N, dengan cara disembunyikan ke dalam tahu yang telah diolah dan dimasukkan ke sayur lodeh. Sayur lodeh tersebut terbungkus kantong plastik, namun N tidak memberikan langsung kepada narapidana yang dituju, melainkan hanya dititipkan kepada petugas.
“N hanya menitipkan makanan saja untuk disampaikan kepada narapidana kami yang berinisial KA, narapidana kasus narkoba. Namun, N tetap terdata di aplikasi kunjungan kami, karena memang itu salah satu syarat kunjungan. Sehingga saat ditemukannya barang terlarang tersebut, saya beserta tim dengan mudah langsung menemukan identitas pengujung pembawa 400 pil koplo tersebut,” ucapnya.
Setelah adanya penemuan pil koplo tersebut, Disri beserta jajaran pengamanan menindaklanjuti dengan menggeledah kamar narapidana dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mojokerto.
“Kami sudah menyerahkan kasus ini ke Polres Mojokerto dan menyerahkan data dari si pengujung pembawa sayur lodeh berisi pil koplo itu, sedangkan narapidana yang terkait sudah kami BAP dan kami masukkan ke register F (register untuk narapidana pelanggaran),” ujar Disri.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...