LBP Gagal Rayu Prabowo, Indonesia Tunggu Peran Jusuf Kalla

111

LBP alias Luhut Binsar Pandjaitan gagal merayu Prabowo. Kini giliran Wapres Jusuf Kalla untuk meluluhkan kenekatan capres abadi itu. Tokoh JK memang kontroversial. Peran zig-zag dirinya selalu mewarnai perjalanan negeri. Catatan perjalanannya bukan hanya tentang dagang, usaha, bisnis yang menggurita di Indonesia (Timur). Dari tangan dinginnya lahir kedamaian. Kini saat Jakarta dilanda demo di Bawaslu, peran JK ditunggu. Seperti apa?

Catatan tentang perdamaian di Poso, Maluku Utara, Ambon, dan Aceh adalah prestasi fenonemalnya. Pengaruhnya di Golkar dan pergaulan luas membuatnya lincah bergerak. Banyak kalangan menaruh hormat. Partai politik, pejabat, TNI/Polrri, dan pengusaha. Dan, JK memiliki segala keahian yang dibutuhkan untuk perdamaian.

Peran besar pembiaran oleh JK tentang penggunaan masjid-masjid di Jakarta untuk kampanye Anies-Sandi harus dihapuskan. Diputihkan. Pengusung Anies ini kini ditunggu lagi perannya. Peran yang berbeda. Peran lurus untuk NKRI. Dan, JK mempunya kesempatan luas untuk itu. Kini saatnya bertindak untuk bangsa dan negara.

Publik masih ingat tangan dingin JK mengelus Anies. Anies dielus memberi makna kelancaran logistik untuk kampanye. Erwin Aksa dan Aksa Machmud pun akan mengikutinya. Termasuk di sini tentu para pengusaha dan tokoh terkait Golkar. Pengaruh ini membuat Anies menyingkirkan Ahok. Dan, JK-lah orang di balik kemenangan Anies.

Kini lewat Golkar JK bisa berbicara kepada Aburizal Bakrie, pendukung Prabowo. Aksa Machmud dan Erwin Aksa pun bisa diajak bicara. Juga JK bisa menyetop mulut Anies Baswedan. Tidak perlu dia mengeluarkan statement yang tak jelas. Itu urusan Polri.

Selain itu, JK memiliki pengaruh besar pada orang seperti Khatthath, Amien Rais, Sambo, dan FPI karena unsur kepentingan kemiripan pemikiran. Mereka ada di kubu Prabowo. Demikian pula, dia bisa berbicara kepada Sandi, yang dekat dengan Erwin Aksa dan Aksa Machmud. Bisnis menggurita di antara mereka.

Baca Juga:  Prabowo Salah Sasaran Kritik Tentang Infrastruktur Asian Games

Erwin Aksa dan Aksa Machmud ini sebagai bagian dari kubu Prabowo banyak menggelontorkan logistik pemilu. Fungsinya untuk main di dua kaki keluarga besar Kalla. Khas pengusaha. Peran Erwin dan Machmud ini sangat hebat. Berkat mereka Jokowi kalah telak di Sulawesi Selatan. Dan, Erwin Aksa dan Aksa Machmud akan mendengarkan suhunya, JK.

Pun, ketika Jakarta kisruh akibat sikap delusif Prabowo. Karena provokasi Amien Rais. Komporan Kivlan Zen, Eggy Sudjana, bahkan Permadi tengah terbukti kini. Sejak kemarin sampai saat ini, Jakarta mencekam. Enam korban berjatuhan di Petamburan karena tembakan teroris yang menyusup. Demo kisruh di Bawaslu mencekam.

Presiden Jokowi telah menyebutkan Prabowo tidak menerima uluran tangan LBP. Karena di sekeliling Prabowo adalah Amien Rais, Sambo, dan para khilafah. Kalangan Islam radikal termasuk FPI. Dan, JK memiliki pengaruh di lingkup orang radikal. Lah, Zakir Naek saja tunduk kepada JK.

Kini saatnya JK bergerak berbicara kepada semua pihak, bukan hanya sebagai wapres, bisa sebagai ayah, mertua, sebagai politikus, teman atau sesama anggota pergerakan. Sesama pejuang masjid. Dalam kesempatan ini, ketokohan dan kebangsaan JK tengah diuji, untuk digunakan merayu Prabowo. Dengan cara itu, JK akan tercatat dalam sejarah bertinta emas. Dan, peran itu bisa dimainkan oleh JK sekarang. Kita tunggu legacy terbesar JK.