SERIKATNEWS.COM – Seorang mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (Unika) Kupang, Nusa Tenggara Timur, AK (inisial) menganiaya Bento Guterres yang bertugas sebagai satuan pengamanan (Satpam) di kampus tersebut.
“Kejadiannya kemarin. Korban (Bento) dianiaya karena menegur pelaku yang tidak menggunakan masker saat masuk ke kampus,” terang Kapolsek Kupang Tengah Ipda Elpidus Kono Feka seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (23/8/2020).
Elpidus menambahi bahwa kejadian tersebut bermula saat Bento sedang berjaga di portal Pos Securitty Kampus Unika Kupang.
Tak lama kemudian, AK yang merupakan mahasiswa Unika tersebut masuk kampus mengendarai motor tanpa menggunakan masker dan memakai sandal jepit.
“Melihat itu, korban kemudian menegur pelaku untuk menggunakan masker dan memakai sepatu,” tutur Elpidus lebih lanjut.
Mendapat teguran tersebut AK tidak terima, hingga terjadilah percekcokan yang kemudian berujung pemukulan terhadap Bento menggunakan sebatang es batu ke arah belakang kepala korban.
Seorang TNI dan beberapa orang yang tidak jauh dari lokasi berusaha melerai keributan tersebut. Kemudian, Bento yang menjadi korban penganiayaan melaporkan peristiwa itu ke Kepolisian Sektor Kupang Tengah. Sehingga pelaku digiring ke Mapolsek Kupang Tengah untuk diproses hukum.
Setelah pelaku tiba di Polsek Kupang Tengah, pelaku meminta maaf kepada korban. “Kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan akan ditindaklanjuti ke kampus secara damai,” jelas Elpidus.
“Hasil mediasi tersebut, korban dan pelaku membuat surat pernyataan damai agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ucapnya.
Menyukai ini:
Suka Memuat...