Connect with us

Sosial-Budaya

Menjaga Jogja Tetap Ayem Tentrem

Published

on

Spanduk 'Jogja Kudu Tetep Ayem Tentrem' pada acara Apel Siaga Yogya Damai, Minggu (11/10/2020) © MP/Serikat News

SERIKATNEWS.COM – Menjaga Jogja tetap adem ayem menjadi tanggung jawab semua warga masyarakat. Setiap individu berkewajiban saling menjaga dan menghormati keberadaan sesamanya sehingga tercipta keharmonisan sosial. Jika terjadi sebaliknya, ada individu maupun kelompok-kelompok yang sengaja menegasi dan bahkan memaksakan agregasi kepentingannya secara frontal, maka di situlah terjadi anarki.

Beberapa kali terjadi anarki sosial di Yogyakarta. Peristiwa demonstrasi yang berujung rusuh di Malioboro pada Kamis (8/9/2020) lalu menjadi peristiwa paling aktual. Gedung DPRD DIY, fasilitas polisi, bahkan tidak sedikit pedagang kaki lima terkena imbasnya.

“Yang membuat kemarahan warga adalah pembakaran restoran Legian di Malioboro. Peristiwa pembakaran ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah panjang Yogyakarta,” kata Ketua Paguyuban Bregada Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (BR DIY), Nur Sukiyo, dalam Gelar Siyaga Hangrekso Tentreming Praja di DPRD DIY, Minggu (11/10/2020).

Apel Siaga Yogya Damai, Minggu (11/10/2020) © MP/Serikat News

Nur Sukiyo mengatakan bahwa dibutuhkan komitmen besar untuk saling menghormati dan menjaga kedamaian dan ketenteraman. Yogyakarta menjadi istimewa salah satunya tercipta karena bekas wilayah kerajaan yang kaya akan warisan budaya leluhur.

Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono l (1717-1792) yang mendirikan Yogyakarta mencetuskan konsep Watak Satriya yakni Nyawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh. “Sengguh adalah konsentrasi total, greget adalah semangat jiwa, dan sengguh merupakan percaya diri. Sedangkan ora mingguh adalah penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Konsep-konsep luhur ini menjadi prinsip bagi seluruh masyarakat. Apalagi Sri Sultan Hamengku Buwono l merumuskan falsafah Hamemayu Hayuning Bawono yaitu menjaga kelestarian dan keharmonisan alam. Suatu falsafah yang diharapkan menjadi pedoman karakter bagi seluruh lapisan masyarakat. “Dengan dasar tersebut masyarakat dapat menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” imbuh Nur Sukiyo.

Baca Juga:  Indonesia Butuh Tokoh Agama yang Menjadikan Perbedaan sebagai Kekuatan

Perilaku-perilaku anarkis dan memaksakan kehendak individu maupun kelompoknya sendiri dengan menegasikan hak-hak masyarakat sipil lain merupakan cerminan jiwa yang bertolak belakang dari Watak Satriya. Dengan demikian, Paguyuban BRD DIY menggelar Apel Siaga Yogya Damai dengan tujuan untuk mengajak masyarakat tunduk pada konsensus Nasional Pancasila. Selain itu, masyarakat secara bersama-sama menjaga semua sikap dan perilaku sesuai norma sosial dan hukum yang berlaku.

Paguyuban BRD DIY menghadirkan perwakilan anggota sebanyak 100 personil dengan berbusana khas seni keprajuritan rakyat se-DIY. Bregada yang berpartisipasi sebanyak 36 kelompok, seperti Bregada Panji Parentah, Gagak Rimang, Kyai Morang, Ponco Manunggal Sokawanengyudha, Singa Dahana, Gadung Melati, Pakoewodjo, Rangsang Manggala, Pasembaja, Kyai Pancas, Sura Utama.

Selain itu, ada Ki Demang Gendol, Purbadiningrat, Nitimanggala, Paksikaton Bantul, Condrosasi Wiratama, Puspitosari, Danukusuman, Puro Loyo Imogiri, Winata Manggala, PJ2 Dipowinatan, Wiro Tamtomo, Noto Yudho, Langensari, Kyai Jurug, Lombok Abang, Kalinyamat, Dandang Rekso, Wirorejo, Mantri Manggolo, Bergada Jemparing Langenastro, Randu Alas, Bausosro Sawiji Lestari, Sarogo Manggolo, Banguntopo, dan Wirosobo.

“Pada momentum ini kami menggunakan pakaian khas seni keprajuritan, tetapi kami di sini bukan untuk berperang. Kami menolak keras aksi anarkis, sehingga para pelaku anarkis di DIY harus diusut secara tuntas dan transparan,” tegas Nur Sukiyo.

Menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kedamaian. Melestarikan kerukunan dan keguyuban tanpa memandang suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Seluruh elemen masyarakat bertanggung jawab menjaga dan merawat nilai-nilai tersebut untuk kenyamanan warga DIY khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. (Ilyas Mahpu)

Advertisement
Advertisement

Terkini

Olahraga2 jam ago

Link Live Streaming Inter Milan Vs Juventus

SERIKATNEWS.COM – Liga Italia menyajikan laga panas antara Inter Milan lawan Juventus. Laga ini digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Senin...

Olahraga3 jam ago

Live Streaming Liverpool Vs Manchester United

SERIKATNEWS.COM – Liverpool vs Manchester United berlangsung di Anfield, pada Minggu (17/1/2021) pukul 23.30 WIB. MU datang ke markas Liverpool...

News3 jam ago

Kota Manado Diterjang Cuaca Ekstrem

SERIKATNEWS.COM – Cuaca ekstrem angin kencang yang terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara, menyebabkan gelombang tinggi di Pantai Manado, Minggu...

Ekonomi5 jam ago

Akademisi Berharap Indonesia Fokus pada Peningkatan Ekspor Komoditi Pertanian

SERIKATNEWS.COM – Pemerintah Indonesia diharapkan dapat fokus pada peningkatan ekspor pertanian. Menurut peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas...

Olahraga13 jam ago

Solskjaer PD MU Bisa Menang di Markas Liverpool

SERIKATNEWS.COM – Pada lanjutan Liga Inggris, Manchester United (MU) akan bertandang ke markas Liverpool, Stadion Anfield, Minggu (17/1/2021) malam WIB....

Hukum14 jam ago

Polres Pati Amankan Oknom PNS yang Sedang Karaokean dan Mabuk Berat

SERIKATNEWS.COM – Polres Pati mengamankan MS yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada saat melaksanakan operasi yustisi yang dipimpin langsung...

Lifestyle17 jam ago

Fatin Shidqia Dijodohkan dengan Ady Sky, Apa yang Terjadi?

SERIKATNEWS.COM – Musisi muda Fatin Shidqia dikabarkan dijodohkan dengan Ady Sky. Fatin mengaku baru mengenal Ady Sky dan belum mengetahui...

Populer

%d blogger menyukai ini: