Pengamat: Sangat Tepat Jika Jokowi Tunjuk Ahok dan Antasari jadi Dewan KPK

14

SERIKATNEWS.COM – Pengamat komunikasi politik, Ari Junaedi mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode kedua kepemimpinannya tidak memiliki beban politik yang tinggi. Sehingga Presiden hanya perlu berpikir soal legacy atau warisan kepemimpinan yang baik ke depan.

“Karena itu mengangkat Ahok (mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) dan Antazari Azhar (mantan Ketua KPK) sebagai anggota Dewan Pengawas KPK, saya kira tidak menjadi masalah bagi Jokowi,” ujar Ari, Sabtu (9/11/2019).

Dosen di Universitas Indonesia ini memprediksi KPK akan makin dikuatkan jika Jokowi mau mengangkat Ahok dan Antasari sebagai dewan pengawas lembaga antirasuah itu. Bahkan, diprediksi bisa meredam rasa frustasi publik di tengah ketidakjelasan keluarnya Perppu KPK.

“Tetapi untuk serikat karyawan KPK yang pro Novel Baswedan, saya yakin penunjukan Ahok dan Antasari sangat tidak disukai. Bisa jadi Ahok dan Antasari dianggap mengganggu kepentingan mereka,” ujarnya.

Kemudian Ari menyebut beberapa alasan lain untuk memperkuat argumentasinya. Integritas Ahok dan Antasari dinilai sangat mumpuni. Begitu pun keberanian dan konsistensi dalam membela kebenaran juga sudah terbukti.

Soal status mantan terpidana keduanya, Ari mengatakan Ahok terkena kasus penistaan agama karena tekanan politis dan Antasari terjerat kasus rekayasa pidana. Kedua penyebab itu seharusnya tidak disamaratakan dengan sosok yang terjerat kasus hukum lain, misalnya tindak pidana korupsi.

“Jadi, saya kira Ahok dan Antasari sangat sesuai untuk didapuk Jokowi menjadi dewan pengawas KPK,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tolak Perppu, BEM Soloraya: Uji Materi MK Digaransi Konstitusi