Respons Ancaman Krisis Pangan, Ayo Warga Kota Manfaatkan Halamannya untuk Bercocok Tanam
Penulis: Serikat News
Rabu, 26 Oktober 2022 - 06:11 WIB
Budidaya tanaman pangan secara vertikultur untuk kebutuhan rumah tangga. (Foto: Istimewa)
SERIKATNEWS.COM – Negara-negara di dunia berada dalam ancaman krisis pangan. Bahkan, diprediksi ada 345 juta orang di 82 negara akan menderita kekurangan pangan akut.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil melihat ancaman krisis pangan yang terjadi di beberapa negara saat ini perlu mendapat perhatian khusus. Ia pun mengajak warga kota agar memanfaatkan halamannya untuk bercocok tanam.
“Krisis pangan menghantui dunia di tahun-tahun mendatang. Karenanya kita harus respons dengan strategi besar di level negara dan aksi-aksi kecil di level warga,” kata Ridwan Kamil melalui Instagram pribadinya, Selasa 25 Oktober 2022.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil mengajak warga perkotaan untuk ber-urban farming. Yaitu, memanfaatkan halaman rumah untuk bercocok tanam sederhana.
Dikutip dari Digitani, urban farming merupakan cara bertani dengan mengoptimalkan lahan yang dimiliki atau intensifikasi pertanian. Urban farming cocok untuk warga perkotaan karena mayoritas memiliki lahan terbatas.
Urban farming tidak hanya berperan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Lebih dari itu, urban farming memiliki banyak manfaat lain mulai dari segi sosial, ekonomi, dan ekologi.
Kang Emil panen tomat di area belakang Gedung Sate. (Foto: Istimewa)
Menurut Kang Emil, kegiatan urban farming utamanya untuk memenuhi keperluan dapur. Jadi, lahan sekitar rumah bisa ditanami seperti tomat, cabe, cabe rawit, bawang daun, dan kangkung.
Banyak metode yang dapat dilakukan dalam bercocok tanam bagi masyarakat perkotaan. Mulai dari metode vertikultur, hidroponik, akuaponik, hingga wall gardening.
“Siang tadi, saya panen kecil di area belakang Gedung Sate yang disulap jadi kebun kecil sayuran-sayuran yang bermanfaat. Mari menjadi bagian dari solusi,” tutup Kang Emil. (*)
KEBUMEN — Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo (SOP), Rochimah Nugrahini, M.Si., menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda
JAKARTA – Keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat memberhentikan penuh Firdaus sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) disayangkan oleh banyak
JAKARTA – Pondok Pesantren Al-Ibrohimy, Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terpilih sebagai penerima Mandaya Awards 2026 kategori Pesantren–Lembaga Sosial Ekonomi
JAKARTA – Polemik pemberhentian penuh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, dari keanggotaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
JAKARTA – Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengingatkan pentingnya membangun pers yang kritis, independen dan profesional dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan.