SERIKATNEWS.COM – Gunung Kidul, salah satu kabupaten di Yogyakarta, menjadi pencetus camilan renyah, walang goreng. Latar belakang camilan ini karena persoalan kekurangan sumber pangan warga Gunung Kidul. Akhirnya, warga berinovasi dengan menjadikan belalang sebagai makanan.
Selain digoreng, walang bisa diolah dengan berbagai cara sesuai selera. Beberapa ada yang disangrai kering, digoreng dengan tepung, disate, serta ditumis.
Walang merupakan salah satu makanan berprotein tinggi. Melansir dari jogjakita.co.id, Minggu (18/12/2022), kandungan protein walang mencapai 20-40%, lebih tinggi daripada udang dan ayam. Oleh karena itu, bagi pengidap alergi makanan berprotein tinggi, camilan ini bisa menyebabkan gatal-gatal.
Karena protein yang tinggi, walang goreng mengandung beberapa khasiat, di antaranya meningkatkan kecerdasan. Selain protein, walang juga mengandung vitamin E yang berkhasiat pada kulit, serta kalsium yang mampu menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Selain itu, dalam artikel jogjakita.co.id juga menyebutkan, walang mengandung asam amino esensial yang berguna untuk mempercepat sekaligus melindungi pertumbuhan sel-sel tubuh dan meningkatkan stamina. Karena itu, walang cocok menjadi bekal selama perjalanan jauh.
Belalang yang diolah menjadi camilan renyah ini adalah jenis belalang kayu. Sebelum digoreng, kotoran belalang dibersihkan terlebih dahulu. Adapun bumbunya terdiri dari bawang putih, garam, dan ketumbar. Saat ini ada tiga varian rasa walang goreng, yaitu gurih, pedas dan manis. Harga pertoples mulai dari Rp18-20 ribu.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...