Connect with us

Literasi

Bahaya Laten Konde

Published

on

Heboh mengenai puisi Ibu Sukmawati Soekarnoputri berjudul “Ibu Indonesia” pegiat budaya Kang Hamdani merespon geger nitizen di status facebooknya. Demikian Ia menulis:

Berkenaan dengan puisi “Ibu Indonesia” karya Ibu Sukmawati yang akhir-akhir ini heboh, sebagai mantan penyair yang gagal masyhur saya pikir fenomena puisi tersebut adalah kelumrahan.

Pertama, karena menjadi hal yang lumrah dalam dunia perpuisian bahwa terdapat puisi yang bagus dan puisi yang JELEK.

Kedua, butuh diketahui bahwa puisi adalah stimulus, terkadang ia tak sampai pada pengertian sebenarnya untuk merangsang pembaca menafsirkan melalui alam bawah sadarnya, itu sebabnya puisi sebagaimana seni yang lain tak hanya menyentuh wilayah kognitif namun juga wilayah emosional dan esoteris.

Bagaimana kita menafsir puisi (yang bukanlah ayat suci) sangat bergantung pada cara kita merekonstruksi sendiri kesadaran kita hingga lapis terbawah:

//Aku tak tahu Syariat Islam/ Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah/ Lebih cantik dari cadar dirimu’//

Diksi cadar menjadi persoalan karena kita terbiasa melihatnya sebagai simbol keislaman, namun gagal melihat substansinya sebagai penutup. Sehingga banyak realitas kita belakangan ini bertopeng di wajah, namun bugil dan anarkis dalam tindakan. Jika ditarungkan sesama fungsinya sebagai simbol, maka konde dalam konteks tertentu (bahkan subjektifitas penulisnya) memang berpotensi lebih indah jika diiiringi dengan perilaku yang santun dan sopan.

Jika kemudian ada sebuah larik yang menyatakan bahwa kidung lebih indah dari suara azan. Pertama, karena azan secara substansial bukanlah kidung, ia bukan nyanyian, meski saja ia mengandung intonasi dan nada; azan adalah ajakan dan seruan. Jangan heran, bila kemudian terdapat azan yang memang dilantunkan dengan sumbang dan pada suatu kasus memang tak lebih indah dari suara Ayu Ting-ting (sebagai seni).

Baca Juga:  Gramedia Berikan Diskon 30 Persen di Hari Buku Nasional

Buruk atau bagus terdengar, azan mesti dipenuhi seruan dan panggilannya. Sementara nyanyian bolehlah kita dengar sambil “menabung” di kamar kecil atau sambil jingkrak saat nonton konser-misalnya.

Janganlah terpancing memahami puisi sebagaimana memahami ayat suci, sebagaimana kebanyakan kita memahami teks suci secara tekstual dan kaku semata. Jika kita begitu reaksioner “hanya” dengan puisi, bagaimana dengan membaca petanda alam dan realitas yang lebih besar?

Lebih lengkapnya silahkan baca disini

Advertisement
Advertisement

Terkini

News2 jam ago

Kemenperin Terima 150 Unit Konsentrator Oksigen dari Asosiasi Gula

SERIKATNEWS.COM – Kementerian Perindustrian bersama pelaku dan asosiasi industri bertekad untuk terus melakukan upaya percepatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di...

News2 jam ago

EFT Gelar Lomba Menulis Artikel, Hadiah Utama Rp7.500.000

SERIKATNEWS.COM – Selama ini pembangunan ekonomi dinilai hanya mengejar pertumbuhan dan sering kali merugian lingkungan. Karena itu, diperlukan inovasi kebijakan...

News10 jam ago

Yuk Merapat, PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

SERIKATNEWS.COM – PT PLN (Persero) membuka peluang kerja sama bagi para pelaku usaha untuk ikut membangun 101 stasiun pengisian kendaraan...

News11 jam ago

Sediakan Listrik untuk Kapal Sandar, PLN Dukung Pengembangan Pelabuhan Ramah Lingkungan

SERIKATNEWS.COM – PT PLN (Persero) terus berinovasi dan menghadirkan layanan kelistrikan di sektor kelautan dan perikanan. Terbaru, Unit Pelaksana Pelayanan...

News11 jam ago

Generator Milik Kantor Pemkab Sampang Hangus Terbakar

SERIKATNEWS.COM – Lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang Madura Jawa Timur dikagetkan dengan adanya asap hitam yang mengepul ke udara....

Warkopi Heboh, Ini Penjelasan Indro Yang Mangejutkan.! Warkopi Heboh, Ini Penjelasan Indro Yang Mangejutkan.!
Lifestyle14 jam ago

Warkopi Heboh, Ini Penjelasan Indro Yang Mangejutkan.!

SERIKATNEWS.COM – JAKARTA- Media sosial belum lama ini di gemparkan  dengan sosok remaja yang mempunyai fisik mirip dengan grup lawak...

News16 jam ago

Muncul Klaster Pendidikan, Zen ADV: Jangan Hentikan PTM, Kasihan Pendidikan Anak-anak

SERIKATNEWS.COM – Munculnya klaster pendidikan di beberapa daerah di Jateng setelah berlangsung pembelajaran tatap muka (PTM) beberapa minggu ini, hendaknya...

Populer

%d blogger menyukai ini: