Connect with us

Hukum

Hendak Meluruskan Soal Pemecatan Presiden, Guru Besar UII Mendapat Teror

Published

on

Kampus FH UII © Istimewa

SERIKATNEWS.COM – Dekan Fakultas Hukum UII Yogyakarta, Abdul Djamil, S.H. M.H. membenarkan bahwa Prof. Dr. Ni’matul Huda, SH. M.Hum. mendapat teror gara-gara akan memberikan materi dalam sebuah diskusi bertajuk “Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau Dari Sistem Ketatanegaraan” di UGM.

Menurut Abdul Djamil, salah satu dosen tata negaranya diteror dengan didatangi serta rumahnya digedor-gedor Kamis (28/5/2020) malam hingga Jumat (29/5/2020) pagi tadi.

“Memang salah satu guru besar wanita hukum tata negara UII, Prof. Ni’matul Huda diteror orang tak dikenal. Ini disebabkan karena beliau akan menghadiri diskusi dari mahasiswa FH UGM itu,” kata Abdul Jamil, seperti dilansir dari Republika, Jumat (29/5/2020).

“Semenjak pukul 23.00 malam hingga pukul 09.00 pagi tadi rumahnya berulang kali digedor-gedor orang tak dikenal. Mereka datang bergantian,” jelasnya.

Abdul Jamil mengaku, semenjak semalam dia terus berhubungan dengan Prof. Ni’matul Huda sampai pagi hari tiba. Dia meminta agar ibu guru besar yang tinggal di kawasan Dusun Surogenen Yogyakarta itu tak membuka pintu rumah.

Bahkan, dirinya menyarankan agar Prof. Ni’matul Huda yang tinggal bersama beberapa orang saudaranya itu sementara mengungsi atau berpindah rumah dulu. ”Waktu itu Ibu menjawab ‘ya saran akan dipertimbangkan’,” ujarnya.

”Tapi sekitar 07.00 pagi tadi, tiba-tiba ada telepon yang masuk dari teman dan mahasiswa saya yang mengatakan Ibu Ni’mat tak bisa dihubungi. Saya kaget karena merasa khawatir akan keberadaan beliau. Maka saya kirim beberapa mahasiswa untuk pantau rumahnya. Untunglah meski belum bisa dihubungi lagi, laporan mahasiswa itu mengatakan Ibu Ni’mat tak apa-apa,” kata Abdul Jamil.

Lebih lanjut, dia mengatakan sebenarnya pada awalnya rencana diskusi yang akan diisi oleh Prof. Ni’matul di UGM itu tidak mengundang masalah atau perhatian publik. Namun, keadaan berubah ketika ada seorang dosen UGM melalui WA yang tersebar mengatakan bila ada rencana makar dalam diskusi itu.

Baca Juga:  Revisi UU KPK, Sebelumnya Masih Belum Ada Yang Konsultasi Dengan Jokowi

”Setelah itu baru publik mulai ribut dan kemudian muncul teror kepada Ibu Ni’mat. Saya bersyukur kemudian tak terjadi apa-apa kepada beliau. Meski begitu kami merasa teror itu aneh karena suasana rumah dan jalan masuk ke rumah Ibu Ni’mat tengah atau dalam suasana lockdown,” katanya.

Advertisement

Popular