SERIKATNEWS.COM – Jawa Tengah mempunyai banyak makanan tradisional. Beberapa masih sering dikonsumsi oleh masyarakat, salah satunya clorot. Meskipun kue ini mulai langka di pasaran, di daerah tertentu seperti Purworejo, masih ada masyarakat yang memproduksi clorot.
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (28/08/2023), tak ada catatan pasti clorot berasal dari daerah mana, tetapi diperkirakan clorot berasal dari Desa Roworejo, Kecamatan Grabag, Purworejo. Hal itu dikarenakan di daerah Grabag, clorot sudah diproduksi dari dulu sampai sekarang masyarakat masih memproduksinya. Di sana, ada sekitar 10 rumah produksi clorot.
Tak hanya dijual di pasar, clorot pernah diekspor ke Hongkong. Clorot juga dibawa oleh masyarakat sekitar yang akan berangkat merantau ke luar negeri seperti Jepang dan Abu Dabhi. Jajan berbentuk terompet ini memang cocok untuk dijadikan oleh-oleh karena keawetannya bisa sampai tujuh hari, bahkan tiga bulan tergantung proses vakumnya.
Clorot punya cita rasa kenyal, manis, dan gurih. Bahannya terdiri dari tepung beras, gula jawa, tepung tapioka, vanili, dan kapur sirih. Clorot dibungkus menggunakan daun janur. Penggunaan janur mempunyai makna filosofis. Janur diartikan sebagai cahaya yang menjadi simbol Maha Kuasa yang mengingatkan manusia untuk memanfaatkan pemberian-Nya.
Dalam buku Jajanan Pasar Khas Yogyakarta karya Redy Kuswanto, clorot pernah populer di Yogyakarta. Jajan manis ini dahulu dapat ditemui di Pasar Beringharjo dan Pasar Tamansari. Clorot menjadi camilan yang disukai para wali bagian pesisir utara pulau Jawa, yakni sekitar abad 15-16. Masyarakat sekitar menyajikan clorot kepada wali yang berkunjung ke rumahnya atau saat ada kegiatan.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...