SERIKATNEWS.COM – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa ekonomi Indonesia memiliki prospek yang optimis. Ekonomi Indonesia teruji dengan daya tahan yang kuat.
Menurutnya, Indonesia sudah berhasil melewati tahun 2019 yang penuh ketidakpastian. Pada tahun 2020 ini, dinamika global tampak mengalami perbaikan dan berdampak pada menurunnya ketidakpastian. Kondisi tersebut akan berdampak pula pada ekonomi Indonesia.
“Secara umum pertumbuhan ekonomi tetap relatif stabil di atas 5 persen berkat dukungan permintaan domestik yang terus membaik. Dalam hal ini konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi, serta kinerja neraca perdagangan dengan pertumbuhan positif produk ekspor pada kuartal IV-2019,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya, Senin (3/2/2020).
Airlangga menjelaskan bahwa membaiknya daya beli masyarakat ditandai dengan Nilai Tukar Petani tumbuh 1,03 persen (yoy) dan Upah Buruh Tani sebesar 0,3 persen (yoy) pada Desember 2019.
“Keyakinan pelaku usaha sektor manufaktur juga menunjukkan perbaikan terlihat dari Purchasing Manager Index dan investasi sebesar 51,5 persen pada kuartal IV-2019 dan diperkirakan meningkat pada kuartal I-2020 sebesar 52,7 persen. Perbaikan perekonomian ini mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, di mana rasio gini dan angka kemiskinan menunjukkan tren membaik,” jelasnya.
Menurut Airlangga, kinerja neraca pembayaran terus membaik pada kuartal IV-2019 karena perbaikan neraca perdagangan dan aliran investasi meningkat. Tekanan dari eksternal berkurang dan cadangan devisa meningkat menjadi US$ 129 miliar pada Desember 2019, tercatat sebagai level tertinggi selama tahun 2019.
“Sementara membaiknya neraca perdagangan karena dukungan perbaikan kinerja ekspor dan penurunan impor nonmigas. Defisit transaksi berjalan semakin terkendali, sebesar US$ 0,03 miliar pada Desember 2019, menurun tajam dari bulan sebelumnya, US$ 1,39 miliar,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa aliran modal investasi baik dalam bentuk investasi langsung maupun portofolio meningkat. Realisasi investasi mencapai Rp 208,3 triliun pada kuartal IV-2019 atau naik 12 persen dari kuartal IV-2018.
Kemampuan perbankan tetap tinggi dengan rasio kecukupan modal (CAR) per Nopember 2019 sebesar 23,66 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah sebesar 2,77 persen (gross).
“Nilai tukar rupiah semakin menguat hingga 4,21 persen dalam tiga bulan terakhir dan menjadi salah satu mata uang terkuat di kawasan Asia,” imbuh Airlangga Hartarto.
Lebih lanjut, dia mengatakan tingkat risiko berinvestasi terus menurun diukur dari penurunan credit default swap (CDS) dan imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun menjadi 6,62 persen.
“Likuiditas keuangan tetap terjaga, di mana peredaran uang kartal tumbuh hingga 5,95 persen tahun ke tahun (yoy) dan pembayaran retail secara non tunai juga tumbuh 2,45 persen tahun ke tahun (yoy) pada Desember 2019,” katanya.
Kemudian dia mengatakan, perbaikan ekonomi akan terus berlanjut dan prospek stabilitas perekonomian Indonesia tetap terjaga. Inflasi yang stabil rendah dan terkendali berada dalam rentang target, berhasil dicapai selama lima tahun berturut-turut. Inflasi tercatat pada 2019 sebesar 2,72 persen (yoy), menurun dari 3,13 persen (yoy) pada 2018.
Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, kondisi perekonomian yang semakin kondusif ini terkait dengan hasil upaya membangun optimisme melalui capaian program-program prioritas (quick wins) di bidang perekonomian selama periode tiga bulan terakhir.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...