Selamat
Selamat datang hati kecil
selamat hidup di dunia bencana
kau tak tahu jumlah duri yang kan datang
maka berdamailah dengan bidadari surga
segala sisi bumi ada tuk merangkul
ke mana pun jiwamu meniti
jangan tangisi kepergian-kepergian
mereka memang datang untuk pergi
begitu pula dirimu
isilah aku dalam hatimu
selamat datang di duniaku
selamat. tak perlu nama untuk menyayangimu
mencintaimu sudah cukup bagiku
Jayapura, 2016
Selamat Pagi
Selamat pagi gunung
selamat pagi burung
yang hidup mati dan lahir lagi
kita masih di langit yang sama
berbiru tanpa cela sedikit pun
aku masih sang pemujamu yang tak hilang kata
aku berkawan dengan kawanmu
yang berkulit hitam yang berkulit putih
yang berbahasa Jawa, Sunda, Maluku, Papua, Sumatera, Kalimantan, dan lain-lainnya
dan kita masih beratapkan biru tak ada beda
kita memanggilnya negeri maritim
hijaunya daun bercampur embun tertawa bahagia
petani yang menanam padi
nelayan dengan tangkapan ikannya
pekerja kantoran dengan baju dinas dan kendaraan pribadinya
meski pagi tiba-tiba kusam dengan polusinya
tak lepas bibirmu dari lantunan selamat pagi
Selamat pagi burung-burung gereja
bercericitlah
pada telinga-telinga yang sedang tidur
bertenggerlah pada tangkai-tangkai
yang ternyata telah lama merinduimu
selamat pagi gunung-gunung
selamat pagi penghuni bahari
Bau-Bau, 2017
Sebagian
Pagi ini indah
Tapi hanya sebagian mata
Sebagian lagi merasa kematian makin dekat
Seluruh raga telah mati
Malam tadi juga indah
Tapi hanya sebagian jalan
Sebagian lagi merasa kelabu
Karena tangisan langit yang tak memberi tanda
Aku mencintai pagi dan malam
Meski banyak yang benci
Malam aku bermimpi
Pagi aku berlari
Jayapura, 2016
Sajak Jiwa yang Sakit
Tadinya aku ingin bercerita
pada angin
tentang anak-anak yang ingin menulis hujan
mereka ingin bebas seperti burung
tapi mungkinkah?
langkah mereka adalah batas
batas senyum seorang nenek yang jiwanya sakit setelah menjahit bulan
di kamarnya
angin meminta gemuruh
laut menangis di bawah pelangi
oh dinda
kitalah jiwa yang sakit
sebab tak pernah mendengar tangisan alam
seorang kawan datang pada malam hari
membawa amplop berisi awan
berhias angin
lagi-lagi mencari jejak kita
namun roh lemah terikat puisi
dulu tahunmu sangat suci
itu alasan aku mencintaimu hingga gila
kitalah jiwa yang sakit
yang lahir dari jemari nenek di kamar bekas belanda
dan anak-anak itu kembali mencari tinta-tintanya
Surabaya, 2018
Rindu Si Gadis Kribo
Apa kabar?
Sedang di mana sekarang?
Aku bertumpuk masalah
Kurindu tawa bersamamu
Aku si gadis kribo
Masih bertahan pada jam kecil
Karena rindu yang kupikul sejak tahun ke 3
Bukanlah kekasih, tapi sekawan yang dulu pernah bersalsa
Aku seperti melihat bayangmu pada gambar
Animasi yang tertanda untukmu
Kutunggu kau di kampus biru
Bersama cecurut-cecurut nakal
Aku si gadis kribo, Bella namaku
Kuingatkan meski kau tak lupa
Rinduku ini terlampau menusuk
Berkunjunglah nanti tanggal 9
Jayapura, 2016
Lahir di Ambon pada 22 Februari. Kini Berdomisili di Surabaya, Jawa Timur.
Menyukai ini:
Suka Memuat...