SERIKATNEWS.COM – Setelah ramai dengan peristiwa penangkapan terduga teroris, Majelis Ulama Indonesia kembali menuai kontroversi. Pasalnya, MUI kembali menjadi sorotan terkait upaya membuat Cyber Army.
Kegaduhan opini muncul karena kabar yang mengatakan bahwa pembentukan pasukan siber ini ditujukan untuk membela ulama dan Anies Baswedan.
Menanggapi hal ini, Okky Tirto, pengamat Sosial yang juga Pengajar Sosiologi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia menilai bahwa tidak ada persoalan jika MUI membentuk Cyber Army asalkan tujuannya tepat.
“Sebagai jembatan antara Pemerintah dengan ummat, MUI bertugas sebagai penjaga moral. Sehingga kerja-kerja MUI sudah memiliki ruang sendiri yang non-politis. Idealnya, MUI menjadi pembina ummat sekaligus pengingat pemerintah,” ungkap Okky kepada serikatnews.com, Minggu 21 November 2021.
Jika biaya pembentukannya dibebankan pada APBD, kata Okky, maka sudah sepatutnya Cyber Army tersebut bermanfaat bagi masyarakat Jakarta, tanpa pandang agama.
“Sebagai lembaga pengayom umat, Cyber Army MUI semestinya ditujukan untuk menjaga moralitas umat dan publik terkait ruang siber. Hal ini sesuai dengan Fatwa MUI nomor 24 tahun 2017,” imbuh Okky.
Wakil Ketua Alkhairaat Jabodetabek ini juga menambahkan, alih-alih terfokus pada upaya melakukan pembelaan terhadap person, akan lebih sesuai dengan fungsi MUI jika pasukan Siber MUI dikerahkan untuk mengedukasi umat dan publik dari bahaya hoaks, fitnah, SARA, konten radikalisme dan semacamnya.
“Saat ini era post-truth, orang sulit membedakan mana hoaks mana bukan, mana fitnah mana fakta. Belum lagi maraknya konten berpaham radikal dan semacamnya. Cyber Army MUI DKI Jakarta akan sangat bermanfaat jika mengambil peran untuk memerangi hal tersebut. Terlebih jika Cyber Army berjuang bersama Cyber Bareskrim, BSSN dan instansi terkait lainnya,” ujar Okky.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...