Connect with us

Sosok

Di Antara Kopi, Musik, Sepak Bola, Desain dan Morenk Beladroe (in Memoriam Morenk Beladroe)

Published

on

“If I die tomorrow

I’d be alright

Because I believe

That after we’re gone

The spirit carries on…”

Cuplikan lagu keren dari grup band Dream Theatre ini beberapa kali dinyanyikan oleh saya dan beberapa sahabat aktivis 98 saat menonton band yang menamakan dirinya Seven Years Later yang dikomandani oleh vokalis rock legendaries Indonesia Doddy Katamsi di sebuah cafe di kawasan Kemang. Di antara para sahabat itu ada sosok yang kita kenal dengan nama Morenk Beladroe.

Semalam, saat membaca sebuah grup WA yang biasa hanya berisi kekonyolan seputar sepak bola saya terkejut mendengar kabar bahwa sahabat Morenk telah pergi untuk selama-lamanya, setelah lebih dari satu tahun berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Untuk sesama aktivis 98, saya pribadi sebenarnya belum terlalu lama mengenal sosok Morenk, mungkin baru 10 tahun terakhir saya mengenalnya, saat saya bermain futsal bersama kawan-kawan lainnya di Kuningan Village Jakarta Selatan. Tapi banyak juga kenangan yang sulit dilupakan.

Selain masalah futsal dan musik klasik rock yang sama kita gemari, ada beberapa hal lain yang bisa menjadi alat perekat kami, di antaranya tentang kopi, karena kami sangat menyukai kopi, maka kami sering berdiskusi tentang hal tersebut. Bahkan kami sama-sama pernah mencoba peruntungan melakukan bisnis Coffee Shop.

Pembicaraan lainnya tentu tentang klub sepak bola kesayangan masing-masing. Morenk termasuk pendukung garis keras tim asal kota London, Arsenal. Sementara saya pendukung tim asal Merseyside Liverpool. Bahkan tidak jarang kita cela-celaan tentang kedua tim ini. Sejauh ini saya lebih beruntung karena Liverpool belakangan ini memiliki prestasi lebih baik dari Arsenal.

Sebagai sesama orang yang bekerja dengan gambar, di sini saya angkat topi untuk sahabat Morenk. Karya-karya Morenk penuh dengan filosofis seperti logo Paguyuban Suporter Timnas Indonesia.

Baca Juga:  Menteri Susi tertidur kelelahan di VIP Lounge Bandara JFK, New York

Karya-karya beliau lain terkait aktivitasnya di Gusdurian, ke-NU-an juga tak kalah hebat, seperti ini:

Juga saat kami para aktivis 98 memperjuangkan untuk menolak kembalinya kekuatan Orde Baru lewat pemilu 2019 yang baru lalu, dalam sakitnya, Morenk masih membuat desain kaos dukungan ke Joko Widodo.

Sekarang Morenk sudah pergi. Selamat jalan kawan. Sampai bertemu kembali.

Advertisement

Popular