SERIKATNEWS.COM – Peyek tumpuk pertama kali dibuat pada tahun 1975 oleh seorang produsen geplak asal Bantul, yakni Mbok Tumpuk. Ketika itu, usaha geplaknya mengalami kemajuan pesat, Mbok Tumpuk lalu membuat resep dan bentuk hidangan baru peyek. Pada tahun 2016, peyek tumpuk tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda, dengan kategori Kemahiran dan Kerajinan Tradisional asal DIY.
Nama peyek tumpuk mendeskripsikan bentuknya yang tebal seperti tumpukan, ciri yang membuatnya berbeda dari peyek biasanya. Namun meskipun tebal, peyek khas Bantul ini renyah dan tidak keras ketika dikunyah.
Dikutip dari berbagai sumber, Jumat 24 Februari 2023, resep peyek tumpuk menggunakan bahan khusus, yaitu beras berjenis IR 33, serta tambahan bumbu rempah-rempah: kemiri, ketumbar, kencur, telur, dan santan. Untuk membuat adonan, beras tersebut direndam terlebih dahulu selama satu malam, lalu digiling sampai halus menjadi tepung.
Selanjutnya, semua bahan di atas diaduk menjadi adonan, lalu dicampur kacang tanah. Proses penggorengan peyek ini melalui tiga tahap menggunakan dua wajan. Tahap pertama merupakan proses pembentukan peyek, dilanjut tahap kedua yakni penggorengan peyek sampai kering. Kemudian, tahap ketiga juga penggorengan yang dilakukan keesokannya setelah peyek didinginkan semalaman.
Rumah produksi pertama peyek tumpuk masih eksis hingga hari ini. Jika berkunjung ke Yogyakarta, Anda dapat membeli langsung ke lokasi Mbok Tumpuk merintis usaha. Letaknya di Jl. Kh Wahid Hasyim, Taskombang, Ringinharjo, Kec. Bantul, Kab. Bantul, DIY. Jam buka mulai pukul 08.00-20.00 WIB setiap hari. Untuk harganya, 500gr dipatok Rp30.000.
Bagi yang tidak sempat berkunjung ke Yogyakarta, saat ini peyek tumpuk dapat dibeli melalui toko online.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...