SERIKATNEWS.COM – Teh, salah satu minuman yang digemari masyarakat Indonesia. Dalam pertemuan, silaturahmi, baik acara formal hingga non formal, teh sering menjadi hidangan bagi tamu undangan.
Teh bisa disebut sebagai minuman kuno di dunia yang sudah ada sejak Sebelum Masehi, tepatnya pada tahun 2373. Minuman ini sudah melewati banyak zaman dan masih eksis hingga sekarang.
Peristiwa ditemukannya teh bermula ketika kaisar China bernama Shen Nong sedang merebus air, lalu secara tidak sengaja, dedaunan jatuh ke dalam air tersebut. Sang Kaisar membiarkan daun itu, kemudian meminumnya.
Dilansir CNN Indonesia, Kamis, 05 Januari 2023, Shen Nong merasa tubuhnya lebih baik dari sebelum meminum air itu. Lantas kemudian air rebusan daun tersebut menjadi minuman khusus di istana.
Teh menyebar ke negara-negara Asia, yaitu Jepang dan Korea, kemudian sampai ke benua Eropa. Pada tahun 1684, tanaman teh berupa biji dari Jepang masuk ke Indonesia, dibawa oleh Andreas Cleyer, ahli Botani asal Jerman.
Mulanya teh di Indonesia menjadi tanaman hiasan di Taman Istana Gubernur Jendral Champhuys, Jakarta (1694). Baru pada tahun 1728, Belanda mendatangkan banyak biji teh dari China. Kemudian tahun 1830, teh menjadi salah satu tanaman wajib dalam sistem CultuurStelsel.
Sejak saat itu, kebun-kebun teh mulai bermunculan. Teh menjadi salah satu komoditas Indonesia. Bahkan saat ini, Indonesia menempati negara ke-7 produsen teh di dunia.
Pada tahun 2021, produksi teh di Indonesia mencapai 94,1 ton. Jawa Barat menjadi wilayah perkebunan teh terluas yaitu sebesar 86.832 hektar (2020). Kemudian Jawa Tengah sebesar 9.051 hektar, Sumatera Utara 6.059 hektar, dan Sumatera Barat 3.714 hektar.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...