SERIKATNEWS.COM – Anggota Komite I DPD RI, Dr. Abdul Rachman Thaha menilai bahwa yang terjadi di tubuh Polri saat ini—dalam hal masalah Djoko Chandra—merupakan kesalahan oknum yang melakukannya, bukan sebuah institusi Polrinya.
“Tetapi oknum yang melakukan, saya yakin dan percaya bahwa masih ada jenderal dan para calon jenderal di Polri ini masih banyak yang lebih baik, ini kesalahan karena rangkaian beberapa oknum yang mungkin terdesak untuk melakukan kesalahan, bukan sebuah rangkaian institusi Polri secara keseluruhan,” ujar Abdul Rachman Thaha, Minggu (19/7/2020).
Abdul Rachman Thaha mengatakan sangat keliru mengenai statement IPW yang seakan-akan terjadi sesuatu permufakatan kejahatan di tubuh Polri. Menurutnya, statement sepertinya para petinggi Polri semuanya terlibat dalam pemberian surat jalan untuk Djoko Chandra.
“IPW sangat berlebihan dan sudah tidak proporsional dalam menempatkan sebuah masalah, yang semestinya IPW itu harusnya obyektif dalam menganalisis sebuah kasus, bukan menuding ada dalam bentuk seakan-akan ada sebuah konspirasi besar yang terjadi di tubuh Polri, tanpa di buktikan lagi,” katanya.
Menurutnya, hal semacam itu sangat berbahaya terhadap institusi Polri, sebab bisa kehilangan legitimasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai salah satu institusi penegak hukum dan mengawal serta menjaga keamanan nasional.
“Bahkan bukan hanya Polri yang terancam legitimasinya sebagai lembaga penegakan hukum tapi lembaga penegakan hukum seperti Kejaksaan, Menkumham dan Mendagri ini semua dianggap konspirasi kejahatan,” katanya.
“Saya minta kepada Kapolri untuk meminta klarifikasi saudara Neta S Pane dalam hal masalah surat jalan yang di keluarkan oleh Bareskrim kepada Djoko Chandra, sehingga bisa clear apa yang selama ini IPW koar-koarkan di media, jangan sampai marwah institusi kepolisian ini bisa rusak di mata masyarakat, sekali lagi bahwa masih banyak Anggota Polri yang jauh lebih baik untuk dalam penegakan hukum,” pungkasnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...