SERIKATNEWS.COM – Siapa yang tak suka lumpia? Jajanan sedap dan manis yang nikmat dimakan kapan saja, serta mudah untuk membuatnya. Jajan satu ini berasal dari Semarang dan merupakan perpaduan budaya pasangan yang berbeda negara lalu jatuh cinta.
Melansir dari berbagai sumber, Senin (19/06/2023), nama lumpia berasal dari dialek Hokkian, “lun” atau “lum” artinya lunak, sedangkan “pia” berarti kue. Pada abad 19, Tjoa Thay Joe, seorang pria asal Tiongkok tiba di Semarang. Dia kemudian menjual makanan khas Tionghoa berupa lumpia yang berisi daging babi dan rebung.
Suatu kali, konon Tjoa bertemu dengan mbak Wasih, perempuan asli Jawa yang juga menjual makanan serupa dengannya, tetapi berbeda isinya. Mbak Wasih menjual lumpia yang berisi kentang dan udang, serta rasanya lebih manis.
Mereka kemudian berkenalan, jatuh cinta, lalu menikah. Bisnis makanan pun dilanjut dengan memadukan dua resep yang berbeda. Lumpia diisi ayam atau udang dicampur rebung. Bisnis mereka semakin berkembang hingga diteruskan oleh anak-anaknya. Sekarang, lumpia dikenal di seluruh wilayah.
Ada dua jenis lumpia, yaitu lumpia basah dan lumpia goreng. Isi lumpia pun kini kian beragam. Melansir dari berbagai sumber, berikut jenis lumpia berdasarkan isinya:
- Lumpia choipa
- Lumpia kentang wortel
- Lumpia rebung ayam
- Lumpia rebung
- Lumpia mie goreng-telur orak-arik
- Lumpia wortel kecambah
- Lumpia bengkuang ebi
- Lumpia sayur
- Lumpia ayam
- Lumpia bihun
- Lumpia sapi-sayur
- Lumpia kornet jamur enak
- Lumpia timusJaja
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...