SERIKATNEWS.COM – Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok, Gandara Budiana berikan penjelasan terkait dugaan kasus korupsi yang diungkapkan salah seorang anak buahnya, Sandi. Gandara menegaskan bahwa honor yang diterima oleh para petugas Damkar Kota Depok dapat dipertanggungjawabkan dengan tanda bukti yang sah dan telah sesuai.
“Berkaitan dengan penerimaan horor, sesuai dengan tanda bukti yang sudah kami serahkan kepada komandan regu, yakni sebesar Rp1,7 juta, untuk kepentingan kegiatan selama kurang lebih tiga bulan sesuai dengan tanda terimanya,” ungkap Gandara, Sabtu, 17 April 2021, seperti dilansir CNN Indonesia.
Sandi mengatakan, sebelumnya ada pemotongan dana insentif Covid-19 oleh institusi tempat bekerjanya. Ia pun mengaku dari yang seharusnya Rp1,7 juta tersebut hanya Rp850 ribu yang didapatkan. Selain itu, dikatakan terdapat sejumlah mark up atau pengembalian harga dari pengadaan oleh Dinas Damkar Kota Depok, seperti pengadaan sepatu.
Akan tetapi, Gandara menjamin bahwa seluruh anggotanya ketika bertugas telah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. APD tersebut, lanjut dia, sudah termasuk juga sepatu yang tengah dipermasalahkan Sandi. Ia menegaskan bahwa sepatu yang diberikan kepada setiap petugas berbeda-beda.
“Terdapat sepatu yang digunakan untuk keseharian dan pelaksanaan upacara maupun apel dan kegiatan lainnya. Serta ada juga APD dan sepatu yang biasa dipakai untuk kelengkapan dalam pemadaman di lapangan,” tambahnya.
Gandara juga mengatakan bahwa Sandi hingga saat ini tidak pernah dipecat oleh pihaknya. Meskipun seperti diketahui bahwa Sandi, yang merupakan anak buahnya telah mengungkapkan dugaan kasus korupsi yang terjadi di Damkar tersebut.
“Sampai saat ini, pejabat kami datang ke Polres kota Depok tiga hari berturut-turut untuk dimintai keterangan. Kami tetap akan kooperatif dengan mengikuti mekanisme yang berlaku,” tambahnya lagi.
Proses hukum masih berlanjut hingga saat ini. Herlangga Wisnu Murdianto, selaku Kepala Seksi Intelejen Kejari Depok mengatakan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan semua informasi terkait dugaan kasus korupsi tersebut. Pihaknya sudah meminta keterangan dari pihak terkait untuk mencari informasi dugaan korupsi tersebut.
“Untuk mendapatkan keterangan dan informasi terkait pengadaan sepatu itu, sebagian pejabat di Damkar sudah dimintai klarifikasi,” tutupnya.
Bertugas sebagai Reporter Serikat News di Jogja
Menyukai ini:
Suka Memuat...