Connect with us

Hukum

Garda BMI Jawa Barat berharap Kepmen 151 Segera Dicabut untuk Mengurai Tingkat Pengangguran

Published

on

© Serikat News

SERIKATNEWS.COM – Pandemi COVID-19 sangat berdampak langsung ke masyarakat baik di lini ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan, terutama pada para pekerja yang mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Hal tersebut mengakibatkan pada tingkat pengangguran yang semakin tinggi.

Garda BMI Jawa Barat menilai penghentian sementara penempatan pekerja migran keluar negeri yang tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 151 Tahun 2020, semakin mempersempit langkah dan solusi dalam mengurangi tingkat pengangguran.

“Padahal bekerja merupakan hak asasi manusia yang wajib dijunjung tinggi, dihormati, dan dijamin penegakannya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Plt. Ketua Garda BMI Jawa Barat, Ali Abdurahman, Senin (6/7/2020).

Ali Abdurahman yang konsen di bidang pekerja migran mengatakan bahwa Garda BMI tidak hanya fokus advokasi, tetapi terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara yang aman bekerja ke luar negeri agar tidak menjadi korban pemberangkatan secara unprosedural.

“Unprosedural itu yang cenderung pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang marak terjadi sehingga kami hampir setiap hari kedatangan yang ingin bekerja atau Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) meminta pendampingan agar aman dari pemberangkatan yang non-prosedural,” katanya.

Pihaknya juga berharap kepada pemerintah yaitu Kementerian Ketenagakerjaan RI agar segera mencabut Kepmen 151 bukan hanya menghindari pemberangkatan non-prosedural, tetapi untuk mengurai angka pengangguran yang tinggi akibat dampak dari COVID-19.

Dalam kesempatan yang terpisah, Yusri Albima selaku Wakil Ketua Umum DPP GARDA BMI menegaskan bahwa Pemerintah RI, khususnya Menaker RI harus segera membatalkan dan mencabut juga Kepmen 260/2015 setelah terbitnya UU 18/2017.

“Bila Kepmen 151 dicabut, maka Kepmen 260 pun harus dicabut. Pemerintah mesti kerja keras untuk memulai kehidupan baru dalam tata kelola dan tata niaga Penempatan dan Pelindungan PMI ke luar negeri,” kata Yusri.

Baca Juga:  Partai Nasdem Apresiasi Prestasi Jokowi Tangkap Buron Korupsi

“Kalau mau tutup, ya tutup saja semuanya, jangan setengah hati dan mendikotomi kawasan penempatan PMI dengan mengabaikan animo masyarakat yang masih tinggi untuk bekerja ke negara tujuan tertentu,” pungkasnya.

Advertisement

Popular