Connect with us

Hukum

Polisi Tembak Mati Bandar Heroin

Published

on

Bandar Narkoba
Ilustrasi: Gala Media

SERIKATNEWS.COM – Aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menembak terpaksa menembak mati bandar heroin berinisial J di kawasan Jakarta Selatan, akhir Januari lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menjelaskan bahwa penembakan dilakukan lantaran pelaku melakukan perlawanan ketika diminta menunjukkan barang haram miliknya, Pada saat yang sama aparat juga berhasil menangkap tiga pengedar lainnya.

“Pengungkapan kasus ini bermula ketika Tim Unit II Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya memperoleh informasi adanya transaksi narkotika jenis heroin di kawasan Jakarta Selatan,” jelas Yusri Yunus di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Ia menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan, tim penyidik berhasil menangkap tersangka D dengan barang bukti tujuh gram heroin. Kemudian dikembangkan oleh tim, sehingga muncul nama lain yakni berinisial J, dan ditemukan 43 gram heroin di kendaraan bermotornya.

“Penyidik terus melakukan pengembangan untuk membongkar jaringannya. Kemudian, penyidik kembali menangkap dua orang berinisial SW dan A. Jadi ada empat pelakunya. J ternyata adalah bosnya yang merupakan bandar spesialis heroin,” jelasnya lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyidik mendapatkan informasi bahwa tersangka J masih menyimpan satu kilogram heroin. Kemudian tim penyidik meminta J agar menunjukkan barang terlarang tersebut, namun yang bersangkutan melawan dan petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur.

“Pada saat pengambilan itu tersangka J mencoba melakukan perlawanan terhadap petugas, dilakukan tindakan tegas terukur. Tersangka langsung dilarikan ke rumah sakit, namun di tengah jalan meninggal dunia,” katanya.

Yusri menambahkan, tersangka J merupakan bandar heroin jaringan sekitar Jakarta Selatan. Untuk itu, petugas akan terus melakukan pendalaman supaya mendapatkan informasi lebih lanjut. Bahkan diharapkan bisa membongkar jaringan-jaringan pengedar yang lain.

Untuk diketahui, akibat perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara.

Advertisement
Advertisement

Terkini

Peristiwa37 menit ago

Kebakaran Kantor Jaksa Agung Dinilai Serangan Langsung Terhadap Negara

SERIKATNEWS.COM – Nagara Institute Mendesak Presiden Jokowi mengambil sikap sangat keras pasca pengumuman hasil Penyelidikan Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung RI....

Opini9 jam ago

Tidak Ada Tempat Bagi Terorisme

“Masih ada alternatif lain dalam memberangus paham dan aksi terorisme.” Masih segar ingatan kita, atas kejadian menara kembar World Trade...

Sosial11 jam ago

Penambahan Kasus Covid-19 di DIY: Sleman Masih Pegang Rekor Kasus Baru

SERIKATNEWS.COM – Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY masih belum menunjukkan tren yang turun. Pada Kamis (17/9/2020) dikonfirmasi ada...

Peristiwa11 jam ago

5 Mayat Disimpan dalam Freezer Kapal Nelayan

SERIKATNEWS.COM – Kapolres Kepulauan Seribu menemukan lima mayat yang disimpan dalam freezer sebuah kapal ikan KM Starindo Jaya Maju IV....

Olahraga16 jam ago

Juventus Resmi Putus Kontrak Higuain

SERIKATNEWS.COM – Juventus resmi melepas salah satu penyerangnya, Gonzalo Higuain. Hal itu diumumkan setelah kedua belah pihak sepakat mengakhiri kontrak...

Peristiwa23 jam ago

Aksi Mahasiswa di Kantor Pemkab Bogor Berujung Ricuh

SERIKATNEWS.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Bogor, pada...

Ekonomi1 hari ago

Fakta-fakta Pinjaman Online yang Menguntungkan

SERIKATNEWS.COM – Adanya berbagai situs dan aplikasi pinjaman online tentu sangat bermanfaat untuk masyarakat. Meski ada di antara mereka yang...

Populer