CORETAN MALAM
Kududuk manis berteman bintang malam
Bulan menatapku kelam
Ketika kata demi kata berhasil kurampungkan
Kata yang membahasakan hati yang resah tapi bungkam
Resah karena jejak kaki kepergian seorang petualang
Aku mulai lelah mengincar
Dan kembali pura-pura tegar
Lihatlah Venus dan Mars itu, Malam
Dia menemaniku tenang
Menemaniku melanjutkan coretan
Sungguh hati ini hampa
Tapi aku takkan peduli lagi
Sebab aku ingin hatiku pulih
Supaya siap bertempur lagi
Berbah, 07 November 2019
CUKUP
Cukup diam dan mendengar
Sebab diam dan bicara sama saja
Pun dengan bungkam dan bertingkah
Semua itu tidak mengubah apa-apa
Luka tetap menganga
SABDA HATI
Alunan kasih membasuh kalbu
Lantunan indah mendayu-dayu
Tentang kekasih bersudut rindu
Entah kapan kita akan bertemu
Memotong jarak yang merenggankanu dan kamu
Tapi jika jarak itu tetap memisahkan kita
Doa-doaku tidak pernah lelah berbahasa
Berbah, 24 oktober 2019
RESAH HATI
Inginku menepi di sudut tempat
Yang hanya diriku sendiri bersama dinginnya malam
Selang-seling kelipan bintang
Dan bulan dengan rona warnanya
Inginku di tepi pantai
Dengan desiran ombak yang terpecah oleh karang
Menikmati angin yang menyibak pakaian
Menikmati senja untuk salam perpisahan
Apalah arti air mata
Yang tak pernah bisa mengubah apa pun jua
Apalah arti pengorbanan
Bila keberadaanku tak diperdulikan jua
Bila aku menyepi sendiri
Akankah ada yang mencari?
Adakah yang peduli?
Ibarat sebuah lilin kecil
Yang rentan padam oleh angin
Cahayaku pun tak seterang sinar mentari
Namun sadarkah kau?
Aku selalu menemanimu
Menerangimu dalam gelap kelabu
Sadarkah kau?
Rasa kasih masih terasa
Terasa menggebu dalam jiwa
Lahir di Sleman, Yogyakarta, Desember 1995. Sedang belajar di Universitas Negeri Yogyakarta. Bergiat di Komunitas Kosong Yogyakarta.
Menyukai ini:
Suka Memuat...