Connect with us

Cerpen

Cah Ayu, Cah Kae

Published

on

Oleh: SMH

mengutip boomerang berita cuaca “Lestari alamku lestari desaku dimana Tuhanku menitipkan aku
nyanyi bocah-bocah di kala purnama
nyanyikan pujaan untuk nusa”. Angin tak berhenti siang dan malam begitu kencang menusuk jantung, bersepoi sepoi, terasa di atas puncak. Dedanuan mulai jatuh, tak bisa kita hitung, panasnya matahari pun menggigit seperti kita tak kuasa keluar di siang hari, sedangkan orang orang desa masih di sawah.

Tepatnya Kacamatan Saptosari, desa Ngloro, dusun gebang. tempat, dimana seorang anak muda yang melaksanakan pengabdian masyarakat, kewajiban sebagai seorang mahasiswa mahasiswi yang menuntut ilmu di perguruan tinggi, yang sering orang orang sebut “Tri Dharma Perguruan tinggi” menjadi syarat yang harus di kerjakan, dan dilakukan.

Siang berganti malam, pagi berganti sore, tentu anak manusia punya aktivitas yang harus di selesaikan, pada siang hari begitu panas sekali, waktu orang menikmati tidur, tiba-tiba kedatangan tamu, seorang laki dan perempuan, dia ketemu temennya satu jurusan, entah hari apa?  Dan apa yang mereka obrolkan mereka, tetapi si perempuan dengan panggilan “Cah Ayu” meledak ledak obrolannya, seperti orang lagi orasi di podium

Situasi baru di tempat pengabdian, menjadi obrolan sangat menarik, dari urusan dapur sampai persoalan program kerja, waktu berjalan sampai sekitar jam 15.00 wib, waktu itu sudah sore dia pun bergegas ia pun untuk pulang, kemudian 2 hari berikut bertemu kembali, di suatu dusun nama “ngondel kulon” disitu kita memulai obrolan, canda tawa, sambil minum kopi, saling sharing pengalaman untuk program kerja, entah lupa apakah disitu terjadi tukaran kontak hp atau tidak, yang jelas pertemuan berikutnya, ada di lapangan ngloro, tempat anak desa main sepakbola, waktu itu tidak jadi main bola, akhirnya pun kita sepakat untuk kembali ke dusun gebang (posko).

Baca Juga:  Merdeka?

Di gebang ini kita mulai merangkai visi misi besar langkah langkah strategis kedepan untk di lakukan demi tercapainya pengabdian,
Memetakan cara (proposal dan ide ide besar) demi terlaksana program kerja, intensitas komunikasi pun berjalan dengan begitu cepat, secepat balapan motor GP, dan semudah orang membalikkan tepak tangan, waktu berjalan dengan cepat, hanya hukum permanen yaitu “waktu” yang tak mampu kita negosiasi, dan tak mampu kita lawan

Silaturahmi cara kita untuk saling ketemu, saling berbagi rasa, kadang pengalaman pahit, manis, asin, hambar. Bahasa sederhananya curhat, kepo, terhadap sama lalu, dan masa masa yang sudah terlewati, akhirnya pun kita saling mengenal di antara satu dengan yang lain, malam pun tidak terasa sudah menunjukkan 01.30 wib, kita pun pamit, segera pulang, meskipun rasanya takut hilang, dan jalan gelap pun menjadi terang, mitos poncong, hantu, begal itu hilang, ketika rasa lebih dominan ketimbang akal.

Sosok cah ayu, punya keteguhan hati, punya semangat yang tinggi, punya cita cita perjuangan, nalar perubahan, begitu pun cara komunikasinya sangat lentur, dan transparan, membuat orang yang menjadi lawan bicaranya terhayut, terpesona. Dia sangat cocok menjadi sutradara, yang bisa menyeting aktor, dan tahu peran aktor tersebut, tetapi dia pun pernah gagal menyeting keadaan, sehingga sembilan bulan dia, hanya di kasih harapan, jerene wong saiki di PHP.

Ketika ia bicara pun kadang, satir, sarkas, tapi semua itu muaranya hanya guyonan, cah ayu punya slogan dengan istilah “koncoan” yang sering di sebut, sesering orang menyebut nama kekasihnya. Sangat hafal cara membangun pertemanan yang baik, punya rasa kepedulian yang tinggi, terbukti dia bisa di terima dimana mana, mampu beradaptasi sama lingkungan.

Baca Juga:  Ubud

Ia pun, punya kehebatan yang luar biasa, tidak mudah baper (bawah perasaan), tapi membuat orang baper pinter, tapi cah ayu punya kedalaman hati yang tidak bisa di ukur oleh apapun, punya kesetiaan, punya rasa ketulusan, dengan syarat bisa mengambil hati, dan membikin dia baper. Sejauh mana keterbukaan hati bisa di ukur, apakah sama seperti orang mengukir di atas air, jawaban tidak!

Nanti kita lanjut di cerita yang kedua ya, untuk sementara cukup sampai disini.

Advertisement
Advertisement

Terkini

News2 jam ago

BNPB Gunung Semeru Siapkan Tempat Pengungsian Warga

SERIKATNEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menghimbau kepada warga yang pemukimannya tidak jauh dari Gunung Semeru untuk tidak melakukan aktivitas...

News2 jam ago

Deformasi Gunung Merapi Ada 6 Periode

SERIKATNEWS.COM – Sumber tekanan magma di Gunung Merapi Yogyakarta, saat ini berada pada kedalaman 1,3 kilometer di bawah puncak. Hal itu...

Pendidikan3 jam ago

Butuh Protokol Tambahan untuk Sekolah Tatap Muka

SERIKATNEWS.COM – Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama mengatakan bahwa keputusan untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah perlu melibatkan sejumlah...

News6 jam ago

Tak Hadir Saat Dipanggil Penyidik, HRS Muncul di Reuni 212 dan Minta Maaf

SERIKATNEWS.COM – Reuni 212 digelar secara virtual dengan dihadiri oleh puluhan tokoh, baik dari tokoh agama, nasional dan aktivis, Rabu...

Ekonomi9 jam ago

Pengrajin Batik Rahma Yeni Berbagi Ilmu dengan Kaum Perempuan

SERIKATNEWS.COM – Permintaan batik Sampan di Desa Sungai Kasai Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman yang dikembangkan Rahma Yeni semakin banyak....

Hukum11 jam ago

Salah Sasaran, Pendukung Habib Rizieq Geruduk Rumah Ibunda Mahfud

SERIKATNEWS.COM – Puluhan orang mengepung rumah ibunda Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, di Pamekasan,...

Peristiwa13 jam ago

Ratusan Rumah di Jombang Terendam Banjir

SERIKATNEWS.COM – Dua sungai meluap mengakibatkan 474 rumah penduduk Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang terendam banjir. Sebanyak 60 warga setempat...

Populer

%d blogger menyukai ini: