Connect with us

Hukum

PP. GMKI Meminta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Intoleran

Published

on

Dok. Serikat News

SERIKATNEWS.COM – David Sitorus, selaku Sekretaris Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP. GMKI) meminta Kapolri, Jend (pol) Idham Aziz, menindak tegas oknum yang melakukan pelarangan rumah ibadah, baik yang menggunakam kekerasan atau pun tidak.

“Harapannya Kapolri harus bisa melaksanakan tugasnya dengan baik menjaga dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hendak beribadah maupun menjalankan agamanya, Kapolri juga harus menindak tegas para pelaku kekerasan dan perusakan karena perbuatan tersebut merupakan tindak pidana, hal ini agar dapat mengurai kasus-kasus intoleransi dan dapat diselesaikan dengan maksimal,” ungkap David Sitorus, Minggu (16/2/2020).

Menurutnya, intoleransi beragama di Indonesia semakin meningkat, terutama terkait larangan mendirikan rumah ibadah. Seperti kasus di Minahasa Utara, Tanjung Balai Karimun, Dharmasraya dan Sijunjung Sumatera Barat, dan masih banyak yang lainnya.

Seperti yang sudah diketahui, kebebasan beragama dan kebebasan beribadah telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan menjadi Hak Asasi Manusia bagi masyarkat Indonesia. Sehingga apabila ada tindakan-tindakan intoleran sudah sepantasnya masuk tindak pidana.

Selain kepada kapolri, David Sitorus juga berharap kepada Kapolda dan Kapolres dapat menyelesaikan konflik tersebut, dengan menindak pelaku intoleransi bukan pejuang kebebasan beribadah. Karena seringkali pelaku intoleransi tidak ditindak secara tegas oleh Kepolisian.

“Kepada masyarakat pun diharapkan jika ada oknunm yang melarang, tidak perlu dihiraukan dan tetap laksanakan kegiatan agama maupun ibadah. Jika ada oknum yang melarang hal tersebut dengan kekerasan fisik atau merusak barang/benda, maka hal itu merupakan tindakan pidana yang dapat dihukum,” imbuhnya.

Sekretaris Umum PP. GMKI juga berharap Kabareskrim, pasca ditugaskan Kapolri, mampu menindak tegas dengan hukuman pidana para pelaku intoleransi tanpa pandang bulu, sehingga dapat memberi dan menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  678 Narapidana Beragama Budha Terima Remisi

“Kami mendukung penuh, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit, yang ditugaskan oleh Kapolri, untuk menindak dengan tegas tanpa pandang bulu, pelaku pelarangan ibadah, baik yang dengan kekerasan maupun pengrusakan untuk ditindak secara hukum pidana, kemudian harus bisa membedakan pelaku intoleransi dan pejuang kebebasan,” tutupnya.

Advertisement

Popular